Jumat, 11 Desember 2020

Belajar Bagaimana Cara Ahli Seni Beladiri Dunia Makan

Pola makan seorang ahli beladiri mempengaruhi bagaimana performance nya. Dari makan sampai mendapatkan kekuatan untuk menjaga kesehatan yang optimal, diet merupakan bagian integral dari kebugaran seni beladiri. Berikut adalah presentasi singkat dari para Seniman Beladiri dunia yang mereka makan, mulai dari masa lalu hingga masa sekarang :

 Biksu Shaolin
 Menu makanan ini didasarkan atas konsep buddhis, seperti kesederhanaan dan pasifisme. Apa yang dimakan tidak hanya untuk bahan bakar tubuh pada tingkat yang penting, tetapi juga untuk alasan-alasan rohani.
Makanannya terdiri dari nasi, sayuran, dan buah-buahan.
 Karena salah satu prinsip buddhisme yang mendukung pasifisme, para ahli beladiri ini adalah sudah barang tentu vegetarian.
Para Biksu Shaolin sedang berlatih keras.

 Makanan mentah atau dikukus.
 Semakin sederhana hidangan disiapkan,      semakin baik. Gula dan lemak yang tidak perlu disingkirkan dari hidangan mereka.
 Hindari susu dan daging.
 Sumber Protein biasanya berasal dari kedelai dan produk kedelai, seperti tahu dan seitan. Kacang juga digunakan sebagai pengganti daging.

Gracie Diet
 Sebuah dinasti petarung Jujutsu brasil yang ganas, keluarga Gracie tahu bahan bakar  apa yang bagus untuk pelatihan seni bela diri mereka yang intens.
Rorion Gracie

Pemberian jarak waktu terhadap Makanan.
 Rorion Gracie menyarankan menjaga empat setengah jam antara makan. Satu-satunya hal bahwa seorang seniman bela diri mengkonsumsi selain makanan adalah air.
Tak boleh ada makanan penutup atau soda.
Gracie berpikiran bahwa setiap orang biasanya mengkonsumsi terlalu banyak gula. Gula tidak perlu dan terlalu banyak bisa tidak sehat.
Satu pati per kali makan.
Ini adalah tentang pengisian bahan bakar energi. Terlalu banyak karbohidrat membuat seorang ahli kungfu merasa lambat dan grogi.  karbohidrat yang cukup baik untuk mengisi bahan bakar atlit.

Bruce Lee diet.
Bruce Lee sangat berhati-hati dengan dietnya. Dia tidak pernah mengkonsumsi makanan yang dia pikir mungkin mengganggu latihan atau penampilannya.
Bruce Lee

Dia menggunakan shake protein (protein shake adalah minuman yang dibuat dari campuran protein dan air, biasanya untuk atlit binaragawan).
 Lee juga mencampurnya dengan suplemen, seperti ginseng, royal jelly, dan vitamin.
 Tidak ada kopi.
 Lee lebih suka teh. Teh hijau terbukti meningkatkan dan mempercepat metabolisme.
Makanan cina: kaya karbohidrat, diet dengan  protein yang rendah
 Sebagian besar makanan Lee berasal dari sayuran dan beras, seperti para biksu Shaolin. Dia lebih fokus pada karbohidrat untuk energi daripada protein dan lemak.
 Banyak makan sepanjang hari.
 Bruce Lee makan antara 4-5 kali sehari untuk mengisi waktu latihan dan penampilannya.

Ronda Rousey
Ronda Rousey, Judoka dan juara MMA yang terkenal, berhati-hati terhadap apa yang dia makan, bisa mempengaruhi hasil kerjanya. Diet nya juga bervariasi ketika dia mencoba untuk mengurangi berat badan.
Ronda Rausey

Sarapan tinggi karbohidrat
 Rousey biasanya mengisi bahan bakar tubuhnya dengan oatmeal atau sumber karbohidrat tinggi lainnya untuk memulai awal hari.
 Tinggi karbohidrat/setengah protein pada makan siang
 Makan malam dengan protein tinggi
 Rousey juga melengkapi konsumsi proteinnya dengan shake protein dan minuman probiotik.
 camilan
 Hal ini mencakup makanan, seperti anggur beku, buah badam, dan campuran makanan ringan.
Jangan makan sebelum tidur.
 Rousey menolak untuk makan dalam waktu tiga jam sebelum tidur.

Fabricio Werdum,  terkenal sebagai petarung MMA dan petarung BJJ, Fabricio Werdum, berfokus terutama pada protein dan karbohidrat. Dia bertarung di kelas berat, jadi tidak ada kalori yang terbuang sama sekali!
Fabricio Werdum

Banyak protein
 Semua makanannya mengandung suatu bentuk protein, dari ayam panggang hingga protein shake.
 Rendah karbohidrat
 Sedikit nasi, roti panggang, dan buah adalah satu-satunya karbohidrat yang dibuat oleh Werdum dalam pola makannya. Sebagian besar energinya berasal dari makanan berlemak dan protein Paleo-esque.
 Sering kali makan
 Werdum memberikan suplemen pada 8 kali makan dengan protein shake dan makanan ringan.
.
Baca juga :

Kamis, 03 Desember 2020

TIPS MEMILIH NUNCHAKU YANG BENAR DAN TEPAT

Rasa bingung, pusing itulah saat pertama kali kita tertarik dengan senjata beladiri ini. Ingin memulai berlatih untuk sekedar bisa tehniknya saja, atau menjadi pemain nunchaku profesional sungguhan adalah awal mula tujuan kita membeli/memiliki nunchaku. Syukur-syukur jika bisa menjadi pemain Nunchaku profesional beneran, tapi itu semua butuh  suatu proses, dimana bisa jadi awal mula kita hanya sekedar iseng atau senang memainkannya disaat2 waktu senggang, tetapi lama kelamaan menjadi addicted(ketagihan) dan mendorong rasa penasaran kita untuk terus memperdalam tekniknya lebih jauh lagi. Apapun alasan dan tujuan kita, jauh lebih penting untuk kita tahu dasar-dasar memilih Nunchaku dengan benar sebelum belajar tehniknya, agar tidak menyesal dikemudian hari. Berikut akan saya beritahukan  caranya:
1. Jika anda orang dewasa, biasanya anda akan memilih Nunchaku yang panjangnya antara pergelangan telapak tangan (Wrist) orang dewasa sampai siku tangan (elbow), rata2 panjangnya untuk orang dewasa 32 cm. Karena jika terlalu panjang akan gampang memukul dan melukai tubuh sendiri, jika terlalu pendek akan sulit mengontrol dan menangkapnya.

mengukur Nunchaku 

 Diameter dari Nunchaku itu sendiri umumnya 2,5 cm karena diameter ukuran tersebut termasuk kategori slim (ramping) untuk sebuah nunchaku yang mana akan memudahkan pemainnya memainkan gagang nunchaku dengan lincah dengan jarinya. Akan tetapi jika diameter terlalu besar akan mengakibatkan si pemain akan susah mengontrol gagang nunchaku lewat jari-jarinya.Sekali lagi sy tekankan disini Diameter 2,5 cm bukan suatu angka yang mutlak, sebab ukuran diameter ditentukan oleh pilihan/selera individu masing-masing. Bisa jadi anda mempunyai tangan dan jari jemari yang besar dan tujuan anda memiliki Nunchaku yang utama adalah sebagai senjata beladiri yang akan anda bawa kemanapun. Bila itu persoalannya maka idealnya anda harus memiliki nunchaku yang diameternya lebih dari 2,5 cm (agak gemuk) serta berat.

2.Pilih gaya Nunchaku China atau Jepang ? Umumnya bentuk model Nunchaku ada dua jenis yaitu model Cina dan Jepang. Model Cina umumnya mempunyai diameter sama antara awal gagang sampai ujung gagang dan berbentuk silinder, sebagaimana bentuk nunchaku yang kita kenal pada umumnya sekarang. Sedangkan model Jepang berbentuk Octogonal (segidelapan)yang mana pada diameter awal gagang yang menyambung ke konektor lebih kecil daripada diameter ujung gagangnya. Nunchaku gaya Jepang lebih banyak digunakan untuk bertarung dikarenakan bentuknya yang octogonal (bersudut tajam), karena bisa memberikan dampak kerusakan yang sangat significant terhadap objek yang dikenainya, dan biasanya lebih berat dari Nunchaku gaya Cina. Sedangkan Nunchaku gaya Cina lebih nyaman dipakai oleh berbagai tipe tangan orang.

Nunchaku Octagon Model Okinawa Jepang

Nunchaku Rounded model China

3. Dari segi konektor, yang dimaksud dengan konektor disini adalah tali atau rantai yang menyambungkan gagang Nunchaku satu dengan gagang nunchaku lainya. Lantas timbul pertanyaan;" lalu Nunchaku jenis konektor apa yang sebaiknya saya pilih ? Tali atau rantai?" sebelum saya menjawab pertanyaan tersebut, ada baiknya kita mengetahui seluk beluk kelebihan dan kelemahan masing2 bahan konektor.
Konektor Tali => kelebihan : lebih ringan, flexible tidak mudah rusak atau putus jika
Nunchaku  berbenturan dengan benda sangat keras, dan juga lebih ringan.
Kekurangan : gampang putus jika pemakai nunchaku menggunakannya untuk
menangkap bilah pisau (beladiri)
Konektor Rantai=>Kelebihan : lebih kuat,  bisa untuk menangkap pisau/bilah tajam.
Kekurangan : lebih mudah putus jika Nunchaku berbenturan dengan benda
 sangat keras.
Jadi yang mana yang  harus anda pilih? jawabannya tergantung kebutuhan anda.
Panjang konektor Nunchaku gaya Cina lebih panjang daripada Nunchaku gaya Jepang, biasanya panjangnya 22 cm berbanding terbalik  dengan gaya Nunchaku bebas (Pro Cux) yang hanya butuh konektor beberapa cm saja. Dilihat dari segi Beladiri nunchaku dengan konektor panjang gaya Cina mempunyai kelebihan yang lebih kentara dalam hal menyerang objek, selain itu dapat mengunci anggota tubuh lawan/persendian lawan dikarenakan konektornya yang panjang, tetapi kelemahannya sulit dikontrol, atau bahkan dapat menyakiti tubuh kita jika kita tidak waspada. Sedangkan nunchaku yang konektornya lebih pendek kurang begitu significant dalam hal menyerang objek, tapi lebih mudah di kontrol/ditangkap. Umumnya ukuran panjang konektor Nunchaku yang standar (tidak panjang tidak pendek) adalah kurang lebih 12 cm (lebar telapak tangan orang dewasa).

 

 

3.Bagaimana dengan berat NunchakuBerat Nunchaku sangat mempengaruhi performance nunchaku baik itu untuk pertunjukan keterampilan bermain Nunchaku maupun untuk bertarung. Pilih berat nunchaku sesuai kebutuhan anda. Berikut adalah kriteria berat Nunchaku :
A.  Nunchaku dengan berat antara 500 sampai 100 gram, ini termasuk jenis nunchaku Ringan, oleh karena itu diperlukan konektor dengan panjang kurang dari 6 cm karena jika tidak akan sulit kita kontrol. Umumnya Nunchaku ini dimasukkan dalam kategori Pro Cux.
B.  Nunchaku dengan berat antara 100 gram sampai 230 gram, ini termasuk jenis nunchaku tipe standar, cocok digunakan oleh siapa saja.
C. Nunchaku dengan berat lebih dari 230 gram, termasuk kedalam jenis Nunchaku untuk bertarung (Combat Nunchaku) karena mempunyai kekuatan menghancurkan yang besar, tetapi lebih sulit untuk mengontrolnya tepat sesuai keinginan kita, kecuali untuk nunchaku yang mempunyai konektor panjang ( lebih dari 14 cm).
D. Nunchaku dengan berat lebih dari 600 gram. Berapapun panjang konektor tidak masalah, Nunchaku jenis ini hanya cocok untuk pertarungan.

Sumber : http://www.nunchaku-sfw.com/index.php?tab=dossiers&page=dossiers_caracteristiques&lang=en&art=carac_dimensions

Baca Juga :

-SENJATA TRADISIONAL SENI BELADIRI (KOBUDO khas OKINAWA JEPANG)

- Aneka Macam  Senjata Tradisional Seni Beladiri

  



Anda Belum Layak Disebut Penggemar Samurai Jika Belum Tahu Hal Ini...( Mengenal BOKKEN / BOKEN / BOKUTO)

Kali ini saya akan membahas tentang Bokken (salah satu senjata beladiri yang terkenal dari Jepang). Tahukah sobat apakah Bokken itu? Yup benar, Bokken adalah sejenis pedang katana yang terbuat dari kayu (bilah dan gagangnya terbuat dari kayu
 
Latihan Bokken
 
Pada umumnya kita sering melihat 3 jenis bokken yang sering digunakan untuk latihan yaitu bokken berbentuk pedang Katana, bokken berbentuk pedang Wakizashi (lebih pendek dari bokken berbentuk pedang katana), dan Bokken berbentuk pisau Tanto. Padahal dalam pengertian yang lebih luas Bokken tidak hanya dikenal dengan 3 jenis itu saja, tapi masih dibagi lagi menjadi 4 jenis:
 
  • Model daitō atau Tachi(ukuran pedang katana), pedang panjang.
  • Model shoto atau odachi (ukuran pedang Wakizashi), pedang pendek.
  • Model tantō bo (ukuran pisau Tanto)
  • Model suburito dapat dibuat dalam ukuran daitō and Shoto.
    Sebenarnya pengertian Bokken tidak hanya digunakan hanya untuk keempat jenis Bokken tersebut diatas tapi juga berlaku untuk senjata-senjata jepang lain seperti nagamakino-dachi,yarinaginatakama, dan lain sebagainya yang terbuat dari kayu.  
    Federasi Olahraga Kendo Jepang menggolongkan Bokken ke dalam beberapa ukuran untuk digunakan dalam pertandingan Kendo Kata yang resmi, yang dikenal dengan nama Nippon Kendo Kata yaitu:
  • Tachi: Panjang Total, kira2 102 cm; tsuka(gagang) kira2 24 cm.
  •  Kodachi: Panjang Total, kira2 55 cm; tsuka(gagang) kira2 14 cm.                                    
  • Sedangkan Bokken model Suburito adalah model bokken yang lebih tebal dan berat terutama pada bagian Bilah ketimbang bokken pada umumnya. Bokken model ini biasanya digunakan untuk melatih teknik Suburi (latihan mengayun pedang) dan untuk pra latihan kata (sebelum latihan kata yang sebenarnya).
    Berat yang dimiliki Suburito dimamfaatkan oleh para praktisi untuk memperkuat dan pengkondisian fisik serta teknik dalam rangka untuk menambah pengembangan semangat Bushido mereka. Bokken Suburito juga sering digunakan untuk latihan secara sendiri-sendiri tanpa partner (biasanya juga digunakan juga untuk berlatih kata atau jurus) .  
                                                                            
 
Bokken Suburito biasanya berukuran panjang sekitar 115 cm (45 in), dengan berat 1 kg (2.2 lb). Semua jenis Bokken biasanya digunakan oleh para siswa beladiri sebelum mereka ahli menggunakan pedang katana sebenarnya dengan alasan keamanan. Sebab lain Bokken/Bokuto dari segi biaya/harga jauh lebih murah daripada pedang katana yang sebenarnya. Ada juga model bokken yang hanya digunakan untuk ber solo teknik, atau melakukan suatu jurus(kata) dengan teknik drawing Sword, yaitu bokken dengan sarung (bokken with saya) yang didesain
  • menyerupai pedang katana sebenarnya. Tampak dari bokken ini body nya yang Slim baik bilah maupun gagangnya. Seni Beladiri Jepang yang menggunakan Bokken adalah Kenjutsu, Aikido, Iaido, Ninjutsu, dan Kendo. Untuk kendo kebanyakan dari praktisi memakai bokken untuk berlatih tarung dengan partner tanpa melakukan kontak langsung (alias memberikan jarak beberapa cm dari tubuh lawan), karena bisa fatal akibatnya jika melakukan pertarungan full contact dengan Bokken, lawan atau partner bisa cedera parah atau yang paling parah bisa menyebabkan cacat permanen ataupun kematian.Oleh karena itu para praktisi Kendo mengganti Bokken (Katana Kayu) ini dengan Shinai (pedang Katana yang terbuat dari Bambu) yang bersifat ringan dan lentur dan relatif tidak mencederai tubuh, walaupun dalam prakteknya sang praktisi masih memerlukan pelindung lagi seperti dikepala dan badan agar tidak cedera ketika ayunan shinai partner mereka mengenai badan/tubuh mereka. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Bokken menjadi senjata alternatif yang mematikan dalam melukai lawan atau bahkan membunuh lawan pengganti pedang Katana yang tajam, dan tidak boleh digunakan untuk pertarungan bebas kontak langsung. Tokoh legenda nyata dari Jepang yang sering menggunakan Bokken untuk melawan musuhnya yang menggunakan pedang sesungguhnya adalah Miyamoto Musashi. Banyak pertarungan yang dimenangkannya hanya dengan menggunakan Bokken, padahal lawannya menggunakan pedang katana sungguhan yang tajam. Salah satu pertarungannya yang fenomenal adalah ketika melawan sang seniman/pendekar pedang muda yang sangat disegani dan ditakuti dikalangan para Samurai Jepang, bernama Sasaki Kojiro.Untuk sang legenda Bokken dan pedang ini kita akan membahasnya dilain kesempatan. 
 .
Baca Juga :
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Senjata Pedang Kayu yang mematikan itu bernama Bokken

Bokuto atau yang kita kenal sebagai Bokken (pedang Katana Kayu) pertama kali pemakaiannya dipopulerkan oleh Miyamoto Musashi (seorang Pendekar Samurai yang Legendaris di Jepang)ketika mengalahkan Sasaki Kojiro (Seorang Jawara Pedang yang paling menakutkan di Jepang) di pulau Ganryujima Jepang. Duel yang sangat fenomenal tersebut di menangkan oleh Miyamoto Musashi hanya dengan menggunakan sebuah Bokuto/Bokken Suburito (Bokken yang sedikit lebih berat dibandingkan dengan Bokken pada umumnya) sedangkan lawannya menggunakan pedang katana sungguhan jenis Nodachi yang ukurannya lebih panjang dari pedang katana pada umumnya. Sejak saat itu pemakaian Bokuto/Bokken mulai menjadi tren dikalangan para pendekar samurai dan dipakai dari jaman ke jaman oleh para praktisi Beladiri sampai sekarang.  Bukan hanya dalam pertarungan dengan Sasaki kojiro saja Musashi menggunakan Bokken tetapi dalam pertempuran-pertempuran lainnya pun Musashi menggunakan Bokken, dan ia selalu menang. Dalam sejarah tercatat ia telah mengalahkan jagoan samurai sebanyak 60 kali pertempuran.

Monumen pertarungan antara Musashi dengan Kojiro di pulau Ganryujima, terlihat musashi (sebelah kiri yang sedang meloncat) sedikit lebih cepat mengayunkan Bokkennya ketimbang lawannya

 Jika disimak dalam setiap pertarungan dengan lawannya Musashi hampir selalu menggunakan Bokken, apa sebabnya? Ada tiga penyebab utama yaitu:
Penyebabnya adalah pertama, Bokken dapat merusak bilah Katana yang Tajam, Walaupun Bokken terbuat dari kayu,  ia tidak serta merta dapat dipatahkan begitu saja oleh bilah katana yang tajam, walaupun Bokken tersebut  di bacok oleh bilah Katana terkuat dan paling mahal sekalipun, butuh waktu berkali-kali bacokan agar Bilah Bokken tersebut terbelah/patah. Hal ini menjadikan Bokken sebagai  pilihan yang bagus dan ideal untuk dijadikan sebagai senjata penangkis dalam pertarungan.
Penyebab Kedua Bokken lebih tebal bahkan lebih keras dan berat dibandingkan dengan Katana sesungguhnya sehingga dapat merusak, meretakkan, mematahkan, meremukkan tulang manusia yang pada akhirnya menyebabkan terganggunya fungsi organ dalam tubuh manusia seperti paru-paru, otak, pembuluh darah dan lainnya, dan sudah pasti akan berujung pada Kematian.
Penyebab Ketiga secara psikologis penggunaan Bokken dapat membuat musuh meremehkan Musashi, ketika lawan  meremehkan Musashi maka ia (lawan) menjadi kurang waspada, maka disaat lawan lengah  Musashi dengan sangat mudah dapat mengalahkannya.
Dengan demikian, balik kepada judul  Topik bahasan kita, apakah benar Bokken bisa membunuh seseorang dalam tempo waktu kurang dari 10 detik? apakah ini bukannya terlalu mengada-ada. Mari kita analisa sejenak,

Dari Sisi Bokken :
kebanyakan Bokken terbuat dari kayu yang keras atau sangat keras, solid dan berat, membawanya saja sudah terasa berat, apalagi mengayunkannya, butuh kontrol dan tenaga yang pas agar pukulan bokken melaju sesuai dengan yang diharapkan pemakainya.
Dari Sisi Pemakai :
Umumnya semua orang  dewasa,  baik laki-laki maupun perempuan, tua dan muda dapat dengan mudah memukul dengan Bokken ke sasaran yang diinginkan dan mempunyai efek damage yang besar terhadap objek yang dipukul walaupun si pemakai adalah orang yang paling awam sekalipun dalam teknik seni beladiri pedang. Mereka dapat memukul binatang sampai mati dengan tongkat kayunya, bahkan membunuh sesama
manusia.Tapi apakah yang terjadi jika seseorang pengguna Bokken mempunyai kemampuan teknik seni beladiri pedang? tentunya akan lebih mematikan lagi daripada orang yang awam akan seni beladiri pedang. Tidak memandang segala level kemampuan teknik berpedang baik level dasar, menengah maupun level atas, pengguna Bokken ini lebih mematikan daripada orang awam. Masalahnya tinggal berapa lama lawan akan tumbang tidak berdaya dari hantaman Bokken. Pengguna level Level Dasar biasanya butuh waktu lebih lama dari level Menengah, dan level Menengah butuh waktu yang lebih lama dari yang Level atas, demikian halnya Level Atas cuma memakan waktu lebih singkat untuk menumbangkan lawan  ketimbang level menengah dan level bawah. Semakin tinggi tingkat kemampuan beladiri seseorang, semakin singkat ia mengalahkan/membunuh musuhnya. Bahkan dalam Kondisi tertentu sang pengguna Bokken dengan skill yang tinggi dalam sekali gerak dapat merobohkan lawannya, dan kalau dihitung itu mungkin tidak sampai 10 detik.
Dari Sisi Lawan/ Target/Objek yang Dipukul :
 Dari sisi Lawan/Objek yang dipukul bisa dibagi menjadi kategori berikut :
1. Dari segi Pengetahuan dan kemampuan Lawan
2. Dari segi Anatomi Tubuh Manusia (Lawan)
Dari segi Pengetahuan dan Kemampuan Lawan, maksudnya:
Lawan  dapat dibagi menjadi orang awam, orang yang sekedar punya dasar Beladiri, orang yang punya cukup skill beladiri, orang yang punya level skill beladiri baik level menengah maupun level keatas. Jika Lawannya orang awam tentunya pengguna bokken dengan level Dasar akan lebih lama merobohkannya dibandingkan dengan pengguna Bokken level Menengah. Level menengah lebih lama dari Level Atas. Sedangkan Level atas butuh waktu lebih Singkat untuk menumbangkan daripada level menengah dan bawah. Intinya semakin tinggi kemampuan skill beladiri si pemakai Bokken, dan semakin rendah kemampuan keterampilan beladiri Lawan maka akan semakin cepat robohnya.
Dari Sisi Tubuh Manusia, maksudnya :
Tubuh manusia mempunyai banyak titik-titik lemah yang sangat peka jika di tekan dengan besaran tenaga tidak terlalu kuat, jumlahnya mungkin puluhan namun ada beberapa titik lemah yang umumnya banyak diketahui orang. Dengan hanya menekannya saja dengan tenaga yang tidak seberapa dapat membuat orang kesakitan, bayangkan apabila titik lemah tersebut dipukul dengan tenaga orang yang terlatih seni beladiri pedang dampaknya sudah pasti adalah Kematian.

dengan Sekali Gerak,  pukulan Bokken (Senjata Kayu) dapat mematikan Lawan. 

Mungkin orang yang sudah terlatih ilmu beladiri pedang menganggap pukulan Bokkennya dikeluarkan dengan tidak bertenaga, namun bagi orang awam yang tidak terlatih ilmu seni beladiri pedang menganggap pukulan itu sangat besar sekali tenaganya. Ini dikarenakan orang yang terlatih ilmu seni beladiri pedang sering berlatih ratusan bahkan ribuan kali mengayunkan pedang dengan fokus, sehingga dengan tidak disadari teknik dan tenaganya keluar begitu saja saat mengayunkan bokkennya. Kecepatan Tumbangnya lawan juga sangat dipengaruhi oleh titik vital mana yang dihantam oleh Bokken, apabila Bokkennya menghantam bagian Titik Vital yang sangat Rapuh pasti Lawan akan lebih cepat roboh, sebaliknya jika Bokken menghantam bagian titik Vital yang kurang Rapuh tentu lawan akan semakin lama dirobohkan tetapi sudah pasti dia merasakan kesakitan yang amat sangat, tapi dia masih sanggup berdiri. Di sini saya tidak mau menjelaskan titik vital manusia mana saja yang membahayakan apabila diserang, soalnya he..he..he terlalu Vulgar. Anda bisa mencari informasi akan hal ini dimana saja. Apabila Lawan objek yang dipukul menggunakan baju pelindung dan Helm pelindung kepala tentu Lawan akan semakin lama robohnya, ini tergantung dari kelihaian dan kecakapan  pemakai Bokken tersebut tentunya.
Melihat judul diata s sepertinya bukan suatu hal yang mustahil jika Bokken bisa membunuh orang dalam tempo kurang dari 10 detik tergantung siapa orang yang memakainya. Jika si pemakai Bokken orang yang cakap dalam teknik memainkan seni beladiri pedang.


 





 


 



Nunchaku Berasal dari Cina atau dari Jepang? Temukan Jawabannya disini !

Darimana senjata Nunchaku/Dobelstik berasal? dari Cina atau dari Jepang? untuk dapat menjawab pertanyaan tersebut saya akan menguraikan latar belakang sejarah lahirnya Nunchaku. Ada yang berpendapat Nunchaku berasal dari Cina, well pendapat ini tidak salah, jika melihat dari fakta sejarah tidak dapat dipungkiri bahwa di Cina pada jaman dahulu para praktisi beladirinya sering sekali menggunakan Flail (Senjata berupa tongkat panjang yang disambung dengan konektor tapi panjang gagang genggaman lebih panjang dari gagang pemukul. Konon senjata Flail tidak hanya digunakan di Asia (Cina) tapi juga di Eropa. 

Flail yang digunakan bangsa Eropa

Flail sering digunakan para ksatria berkuda untuk menyapu bersih lawannya ke tanah. Flail di China dikenal dengan sebutan "Shao Zi Gun in".  

Shao Zi Gun In

 

Ada juga sejarah yang mengatakan bahwa Nunchaku itu berasal dari toya/tongkat pemberian seorang guru beladiri (Grandmaster) kepada muridnya di Cina sebelum ia wafat sebagai warisan untuk bertempur/membela diri. Tetapi di dalam perjalanan hidupnya sang murid mematahkan Toya/tongkat ini menjadi tiga bagian. Sejak saat itu, ia tidak mau beralih kepada senjata lain dan tetap menggunakan senjata toya/tongkat warisan sang guru. Ia mendapat inspirasi untuk menghubungkan potongan Toya itu dengan tali penghubung dan jadilah senjata "Triplestick". Konon Triplestick berevolusi sampai sekarang (disederhanakan menjadi Nunchaku). Walaupun sering dibilang Nunchaku berasal  dari senjata peradaban Cina kuno (Toya yang menjadi triplestick tadi) namun pendapat atau fakta sejarah ini kerap kali dibantah oleh para ahli Sejarah. Ahli  Sejarah mengatakan bahwa bagaimanapun kehadiran dari Nunchaku berawal dari alat Bertani, bukan alat perang seperti Toya maupun Triplestick.Seperti yang ditemukan dalam fakta sejarah Okinawa (sebuah nama pulau kecil di Jepang yang sangat makmur penduduknya) bahwa nunchaku berasal dari sebuah alat bertani. Pada tahun 1429, Kaisar Sho Hashi menjajah Okinawa dan menyatukan tiga wilayah Okinawa menjadi satu, dan memberlakukan larangan keras kepada warga/penduduk setempat untuk menggunakan pedang Katana, pisau atau jenis benda tajam lainnya. Kecuali para Samurai dan pasukan kerajaan Jepang,bagi siapa saja yang melanggar akan berakhir dalam penjara.Tentu saja para penduduk lokal setempat dilanda kecemasan dan ketakutan ketika  keamanan mereka diusik oleh para pasukan Samurai dan Gangster yang menggunakan senjata tajam. Sejak saat itu penduduk Okinawa berlatih ilmu beladiri dengan sangat serius untuk mempertahankan hidupnya dari serangan pasukan Samurai yang sudah menguasai pulau Okinawa sejak 17 abad yang lalu.  Pulau Okinawa lalu menjadi bagian dari kerajaan Jepang, sejak saat itu penduduk Okinawa diharuskan membayar pajak yang sangat tinggi kepada kaisar Jepang dan selalu menderita karena diperlakukan diskriminatif oleh pemerintah Jepang. Mereka para penduduk Okinawa tidak pernah melakukan perlawanan ataupun pemberontakan besar-besaran terhadap pemerintah Jepang, tetapi hanya melakukan perlawanan sporadis terhadap para petugas Jepang, petugas pemungut pajak (Tax Collector) dan Grup Gangster kecil.  Walaupun cuma perlawanan kecil-kecilan lambat laun pemberontakan mereka diketahui oleh sang penguasa Okinawa yaitu Kaisar So Hashi, dan kaisar kemudian memberlakukan peraturan baru yaitu melarang keras penggunaan segala jenis senjata baik jenis tajam maupun tumpul di seluruh wilayah Okinawa, siapa saja yang melanggar akan dibunuh. Pemerintah Jepang lalu mebentuk suatu tim pasukan bernama "Katana Giri", yang mana keberadaan  pasukan Elit tersebut bertugas untuk memburu  dan membunuh orang yang tidak punya izin menggunakan pedang katana maupun senjata tajam lainnya serta menutup seluruh pabrik penempaan besi/senjata tajam (blacksmiths). Selama masa2 sulit tersebut hanya diperbolehkan 1 pisau untuk setiap desa, itupun hanya boleh digunakan selama 4 jam sehari atas  izin kepala desa masing-masing. Uniknya para penduduk Okinawa jika ingin menggunakan pisau harus mengambilnya disebuah tiang yang mana di tiang tersebut telah diikatkan sebuah pisau. 

Nunchaku Melawan Samurai

Selama masa periode ini, para praktisi beladiri Okinawa berpikir bahwa jalan satu-satunya untuk membeladiri adalah dengan menggunakan "tangan kosong". Akhirnya pada masa itu hampir semua para penduduk Okinawa  berlatih ilmu beladiri yang disebut "Tote" atau "Okinawa-Te", yang kita kenal kemudian sekarang bernama "Karate". Tidak hanya berlatih beladiri tangan kosong para penduduk Okinawa berlatih beladiri dengan menggunakan benda apa saja yang ada di hadapan mereka seperti sampan dan tali kekang kuda, yang kemudian hari kita kenal dengan nama "kobudo atau Kobujutsu". 

Ada Nunchaku di Museum

 Di tangan orang-orang Kobudo yang cerdas objek/benda  yang ditemukan sehari-hari dapat digunakan sebagai senjata untuk membela diri, walaupun tidak semamatikan seperti tombak atau pedang namun setidaknya dapat melukai lawan secara serius bahkan kepada lawan yang bersenjata lengkap sekalipun. Saya pikir disinilah awal kelahiran nunchaku dimulai. Oh iya, selain lahirnya Nunchaku berasal dari alat bertani (penumbuk padi) juga ada yang berasal dari Tali kekang Kuda. Cuma beda pada bentuknya saja dengan model bentuk Nunchaku jaman sekarang, seperti yang diperlihatkan dalam gambar berikut dibawah.

Nunchaku Model Tali Kekang Kuda

 

 Sumber :  http://www.nunchaku-sfw.com

Baca Juga :

-TIPS MEMILIH NUNCHAKU YANG BENAR DAN TEPAT

-SENJATA TRADISIONAL SENI BELADIRI (KOBUDO khas OKINAWA JEPANG)

-Aneka Macam  Senjata Tradisional Seni Beladiri

 

 

 

 

Minggu, 15 November 2020

5 jalan Seni Beladiri dapat Melejitkan Potensi Otak Anda

Seni Beladiri memiliki begitu banyak keuntungan yang ditawarkan, seperti mudah untuk fokus, seni bela diri juga membantu untuk pengembangan keterampilan mental dan kognitif.
 Berikut ini adalah beberapa cara bahwa seni bela diri memberikan dorongan pada otak anda:

 1.  Pelepasan ENDORPHIN .
 Aktivitas fisik apa pun, termasuk seni bela diri, menyebabkan pelepasan hormon - hormon pengecap di otak. Endorfin yang dirilis mengurangi rasa sakit, mengatur suasana hati, dan meningkatkan kebahagiaan. Dan pada akhirnya, ketika anda merasa lebih baik, anda belajar lebih baik.

2.  Pengendalian stres.
 Seni bela diri dapat membantu anda mengelola stres, baik secara fisik maupun mental. Sehubungan dengan respons fisik, endorfin yang dilepaskan dalam otak anda setelah latihan akan membantu anda mengatasi stres. Dan pada saat yang sama, gerakan fisik seni bela diri memungkinkan anda untuk bekerja melalui setiap ketegangan otot yang anda alami karena stres. Semakin sedikit ketegangan di otot-otot anda, semakin jarang pula anda merasa cemas. Secara mental, waktu yang anda habiskan untuk berlatih seni beladiri membantu anda melupakan stres pada hari anda. Daripada menjalankan daftar yang harus dilakukan, pikiran anda akan lebih condong ke keterampilan seni beladiri dan latihannya.

3.  Tidur Lebih Baik.
 Menjadikan tidur lebih bermutu sebagai prioritas dalam harian rutin anda yang mana sangat bermamfaat bagi otak anda. Dan latihan seni beladiri yang konsisten menghasilkan tidur yang lebih baik. Tidur malam yang nyenyak memungkinkan anda bangun di pagi berikutnya dengan merasa cukup beristirahat dan disegarkan. Selain merasa lebih baik setelah tidur malam yang nyenyak, anda juga memberi kesadaran dan kesempatan bagi otak anda proses untuk memperbaiki diri sementara anda tidur.

 4.  Lebih fokus.
 Penelitian telah menunjukkan bahwa dorongan mental yang datang dari latihan seni bela diri tidak menciptakan hanya dorongan singkat yang anda dapatkan segera setelah Anda latihan. Tetapi Efeknya akan lebih lama, dan salah satu manfaat mental jangka panjang adalah peningkatan kemampuan otak anda untuk fokus. Di sepanjang kelas, instruktur anda membantu anda menetapkan dan mengarahkan titik fokus anda, menuntun pada pikiran yang lebih tajam dan lebih perhatian.

 5.  Peningkatan ingatan.
Keuntungan lain dari ilmu Seni beladiri adalah meningkatkan ingatanmu. Serupa dengan cara anda melatih tubuh anda, melatih otak anda (melalui sesuatu seperti seni beladiri) membantu anda mempertahankan keterampilan kognitif kritis ini. Teknik bela diri membuatmu bergerak dengan cara baru dan berbeda. Kondisi terus-menerus belajar dan mengingat kembali apa yang telah anda pelajari membuat otak anda tetap tajam.
 
 
Baca juga :

Sabtu, 14 November 2020

Mamfaat Latihan Seni Beladiri yang Jarang Diketahui Orang (bagian Kedua)

Kunci untuk anak anak untuk lebih berusaha dan Fokus dalam belajar.

Endorfin adalah bahan kimia alami yang dihasilkan dalam tubuh untuk mengurangi rasa sakit dan meningkatkan kebahagiaan. Bahan - bahan kimia ini paling sering dikaitkan dengan olahraga, sejak dilepaskannya bahan kimia ini yg membuat "perasaan lebih enak" menimbulkan euforia dan biasanya dikenal sebagai "puncak para pelari" "Akan tetapi, kebanyakan olahraga apa pun akan menyebabkan keadaan bahagia ini, yang juga didorong melalui tawa dan kegembiraan.
 
Pada tahun-tahun belakangan ini, penelitian yang melibatkan endorfin telah mulai berfokus pada bagaimana bahan kimia ini turut menghasilkan proses belajar. Aktivitas fisik sangat penting untuk perkembangan otak. Pada dasarnya, ketika kita merasa baik, kita belajar lebih baik. Intelektual merangsang otak ketika endorfin telah dilepaskan, dan membantu lebih banyak lagi. Selama lima tahun terakhir, ilmu saraf telah mendorong orang tua dan guru untuk bekerja merangsang kimia "perasaan yang baik" ini di otak. Koneksi pikiran dan tubuh adalah hal yang kuat.
Ketika anda bekerja dengan anak-anak dan remaja, adalah penting untuk mengingat hal ini dan membantu mengembangkan keseluruhan diri. Dengan merangsang neurotransmiter positif dalam tubuh, kita akan melawan kortisol  sehingga memiliki anak dan remaja yang lebih bahagia. Kegiatan fisik menuntun pada kebahagiaan, kebahagiaan menuntun pada pembelajaran yang lebih baik, pembelajaran yang lebih baik menuntun pada peningkatan pengetahuan, pengetahuan yang meningkat menuntun pada keyakinan dan seterusnya.

Sekarang, setelah kita memahami ilmu saraf tentang endorfin, bagaimana kita sebagai orang tua, guru, pelatih, dan siapa pun yang bekerja dengan anak-anak, dapat memamfaatkan informasi ini? Kita harus menciptakan lingkungan belajar yang memungkinkan siswanya untuk dapat melepaskan endorfin nya sehingga siswa dapat menerapkan lebih banyak upaya dan lebih mampu untuk fokus. Beberapa cara untuk menaikkan level endorfin mereka adalah dengan latihan : 

"naikan Repetisi" sebagai keterampilan mengajar di kelas membantu siswa memiliki lebih banyak energi di sepanjang latihan, yang pada akhirnya menuntun pada mereka menunjukkan upaya yang lebih. Misalnya, jika siswa berlatih tendangan samping pada sebuah samsak dan mereka diberi tahu untuk melakukan 50, tujuannya adalah agar tendangan ke-50 menjadi yang terbaik. Namun, siswa sering memulai kecepatan penuh dan menguras energi mereka sewaktu mereka semakin dekat dengan hitungan ke 50.Hal terbaik untuk dilakukan adalah meminta mereka memulai repetisi mereka lebih mudah dan meningkatkan kekuatan mereka sewaktu mereka mencapai 50. Dengan begitu latihan mereka berakhir dengan salah satu tendangan terbaik mereka! Ini memberi para siswa demam endorfin dan mereka menyelesaikan latihan dengan merasa lebih kuat.

Neurobics: penggunaan "Neurobics" di kelas membantu siswa dengan meningkatkan stimulasi saraf mereka dan, karenanya, mereka menjadi lebih fokus. Misalnya, jika para siswa melakukan pushups, alih-alih menghitung sampai 10, menghitung dalam warna atau karakter, atau bahkan menghitung mundur. Ini akan meningkatkan tembakan saraf dalam otak mereka dan menjaga pikiran mereka dari bertanya-tanya.

Dengan menggunakan teknik ini, hormon dalam otak para siswa meningkat, dan kemudian mereka merasa lebih baik dan, oleh karena itu, belajar lebih baik. Kombinasi dari memiliki lebih banyak energi dan dirangsang secara kognitif menuntun pada lebih banyak usaha dan fokus di kelas!
.
.
Baca juga :