Kamis, 03 Desember 2020

Anda Belum Layak Disebut Penggemar Samurai Jika Belum Tahu Hal Ini...( Mengenal BOKKEN / BOKEN / BOKUTO)

Kali ini saya akan membahas tentang Bokken (salah satu senjata beladiri yang terkenal dari Jepang). Tahukah sobat apakah Bokken itu? Yup benar, Bokken adalah sejenis pedang katana yang terbuat dari kayu (bilah dan gagangnya terbuat dari kayu
 
Latihan Bokken
 
Pada umumnya kita sering melihat 3 jenis bokken yang sering digunakan untuk latihan yaitu bokken berbentuk pedang Katana, bokken berbentuk pedang Wakizashi (lebih pendek dari bokken berbentuk pedang katana), dan Bokken berbentuk pisau Tanto. Padahal dalam pengertian yang lebih luas Bokken tidak hanya dikenal dengan 3 jenis itu saja, tapi masih dibagi lagi menjadi 4 jenis:
 
  • Model daitō atau Tachi(ukuran pedang katana), pedang panjang.
  • Model shoto atau odachi (ukuran pedang Wakizashi), pedang pendek.
  • Model tantō bo (ukuran pisau Tanto)
  • Model suburito dapat dibuat dalam ukuran daitō and Shoto.
    Sebenarnya pengertian Bokken tidak hanya digunakan hanya untuk keempat jenis Bokken tersebut diatas tapi juga berlaku untuk senjata-senjata jepang lain seperti nagamakino-dachi,yarinaginatakama, dan lain sebagainya yang terbuat dari kayu.  
    Federasi Olahraga Kendo Jepang menggolongkan Bokken ke dalam beberapa ukuran untuk digunakan dalam pertandingan Kendo Kata yang resmi, yang dikenal dengan nama Nippon Kendo Kata yaitu:
  • Tachi: Panjang Total, kira2 102 cm; tsuka(gagang) kira2 24 cm.
  •  Kodachi: Panjang Total, kira2 55 cm; tsuka(gagang) kira2 14 cm.                                    
  • Sedangkan Bokken model Suburito adalah model bokken yang lebih tebal dan berat terutama pada bagian Bilah ketimbang bokken pada umumnya. Bokken model ini biasanya digunakan untuk melatih teknik Suburi (latihan mengayun pedang) dan untuk pra latihan kata (sebelum latihan kata yang sebenarnya).
    Berat yang dimiliki Suburito dimamfaatkan oleh para praktisi untuk memperkuat dan pengkondisian fisik serta teknik dalam rangka untuk menambah pengembangan semangat Bushido mereka. Bokken Suburito juga sering digunakan untuk latihan secara sendiri-sendiri tanpa partner (biasanya juga digunakan juga untuk berlatih kata atau jurus) .  
                                                                            
 
Bokken Suburito biasanya berukuran panjang sekitar 115 cm (45 in), dengan berat 1 kg (2.2 lb). Semua jenis Bokken biasanya digunakan oleh para siswa beladiri sebelum mereka ahli menggunakan pedang katana sebenarnya dengan alasan keamanan. Sebab lain Bokken/Bokuto dari segi biaya/harga jauh lebih murah daripada pedang katana yang sebenarnya. Ada juga model bokken yang hanya digunakan untuk ber solo teknik, atau melakukan suatu jurus(kata) dengan teknik drawing Sword, yaitu bokken dengan sarung (bokken with saya) yang didesain
  • menyerupai pedang katana sebenarnya. Tampak dari bokken ini body nya yang Slim baik bilah maupun gagangnya. Seni Beladiri Jepang yang menggunakan Bokken adalah Kenjutsu, Aikido, Iaido, Ninjutsu, dan Kendo. Untuk kendo kebanyakan dari praktisi memakai bokken untuk berlatih tarung dengan partner tanpa melakukan kontak langsung (alias memberikan jarak beberapa cm dari tubuh lawan), karena bisa fatal akibatnya jika melakukan pertarungan full contact dengan Bokken, lawan atau partner bisa cedera parah atau yang paling parah bisa menyebabkan cacat permanen ataupun kematian.Oleh karena itu para praktisi Kendo mengganti Bokken (Katana Kayu) ini dengan Shinai (pedang Katana yang terbuat dari Bambu) yang bersifat ringan dan lentur dan relatif tidak mencederai tubuh, walaupun dalam prakteknya sang praktisi masih memerlukan pelindung lagi seperti dikepala dan badan agar tidak cedera ketika ayunan shinai partner mereka mengenai badan/tubuh mereka. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Bokken menjadi senjata alternatif yang mematikan dalam melukai lawan atau bahkan membunuh lawan pengganti pedang Katana yang tajam, dan tidak boleh digunakan untuk pertarungan bebas kontak langsung. Tokoh legenda nyata dari Jepang yang sering menggunakan Bokken untuk melawan musuhnya yang menggunakan pedang sesungguhnya adalah Miyamoto Musashi. Banyak pertarungan yang dimenangkannya hanya dengan menggunakan Bokken, padahal lawannya menggunakan pedang katana sungguhan yang tajam. Salah satu pertarungannya yang fenomenal adalah ketika melawan sang seniman/pendekar pedang muda yang sangat disegani dan ditakuti dikalangan para Samurai Jepang, bernama Sasaki Kojiro.Untuk sang legenda Bokken dan pedang ini kita akan membahasnya dilain kesempatan. 
 .
Baca Juga :
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Senjata Pedang Kayu yang mematikan itu bernama Bokken

Bokuto atau yang kita kenal sebagai Bokken (pedang Katana Kayu) pertama kali pemakaiannya dipopulerkan oleh Miyamoto Musashi (seorang Pendekar Samurai yang Legendaris di Jepang)ketika mengalahkan Sasaki Kojiro (Seorang Jawara Pedang yang paling menakutkan di Jepang) di pulau Ganryujima Jepang. Duel yang sangat fenomenal tersebut di menangkan oleh Miyamoto Musashi hanya dengan menggunakan sebuah Bokuto/Bokken Suburito (Bokken yang sedikit lebih berat dibandingkan dengan Bokken pada umumnya) sedangkan lawannya menggunakan pedang katana sungguhan jenis Nodachi yang ukurannya lebih panjang dari pedang katana pada umumnya. Sejak saat itu pemakaian Bokuto/Bokken mulai menjadi tren dikalangan para pendekar samurai dan dipakai dari jaman ke jaman oleh para praktisi Beladiri sampai sekarang.  Bukan hanya dalam pertarungan dengan Sasaki kojiro saja Musashi menggunakan Bokken tetapi dalam pertempuran-pertempuran lainnya pun Musashi menggunakan Bokken, dan ia selalu menang. Dalam sejarah tercatat ia telah mengalahkan jagoan samurai sebanyak 60 kali pertempuran.

Monumen pertarungan antara Musashi dengan Kojiro di pulau Ganryujima, terlihat musashi (sebelah kiri yang sedang meloncat) sedikit lebih cepat mengayunkan Bokkennya ketimbang lawannya

 Jika disimak dalam setiap pertarungan dengan lawannya Musashi hampir selalu menggunakan Bokken, apa sebabnya? Ada tiga penyebab utama yaitu:
Penyebabnya adalah pertama, Bokken dapat merusak bilah Katana yang Tajam, Walaupun Bokken terbuat dari kayu,  ia tidak serta merta dapat dipatahkan begitu saja oleh bilah katana yang tajam, walaupun Bokken tersebut  di bacok oleh bilah Katana terkuat dan paling mahal sekalipun, butuh waktu berkali-kali bacokan agar Bilah Bokken tersebut terbelah/patah. Hal ini menjadikan Bokken sebagai  pilihan yang bagus dan ideal untuk dijadikan sebagai senjata penangkis dalam pertarungan.
Penyebab Kedua Bokken lebih tebal bahkan lebih keras dan berat dibandingkan dengan Katana sesungguhnya sehingga dapat merusak, meretakkan, mematahkan, meremukkan tulang manusia yang pada akhirnya menyebabkan terganggunya fungsi organ dalam tubuh manusia seperti paru-paru, otak, pembuluh darah dan lainnya, dan sudah pasti akan berujung pada Kematian.
Penyebab Ketiga secara psikologis penggunaan Bokken dapat membuat musuh meremehkan Musashi, ketika lawan  meremehkan Musashi maka ia (lawan) menjadi kurang waspada, maka disaat lawan lengah  Musashi dengan sangat mudah dapat mengalahkannya.
Dengan demikian, balik kepada judul  Topik bahasan kita, apakah benar Bokken bisa membunuh seseorang dalam tempo waktu kurang dari 10 detik? apakah ini bukannya terlalu mengada-ada. Mari kita analisa sejenak,

Dari Sisi Bokken :
kebanyakan Bokken terbuat dari kayu yang keras atau sangat keras, solid dan berat, membawanya saja sudah terasa berat, apalagi mengayunkannya, butuh kontrol dan tenaga yang pas agar pukulan bokken melaju sesuai dengan yang diharapkan pemakainya.
Dari Sisi Pemakai :
Umumnya semua orang  dewasa,  baik laki-laki maupun perempuan, tua dan muda dapat dengan mudah memukul dengan Bokken ke sasaran yang diinginkan dan mempunyai efek damage yang besar terhadap objek yang dipukul walaupun si pemakai adalah orang yang paling awam sekalipun dalam teknik seni beladiri pedang. Mereka dapat memukul binatang sampai mati dengan tongkat kayunya, bahkan membunuh sesama
manusia.Tapi apakah yang terjadi jika seseorang pengguna Bokken mempunyai kemampuan teknik seni beladiri pedang? tentunya akan lebih mematikan lagi daripada orang yang awam akan seni beladiri pedang. Tidak memandang segala level kemampuan teknik berpedang baik level dasar, menengah maupun level atas, pengguna Bokken ini lebih mematikan daripada orang awam. Masalahnya tinggal berapa lama lawan akan tumbang tidak berdaya dari hantaman Bokken. Pengguna level Level Dasar biasanya butuh waktu lebih lama dari level Menengah, dan level Menengah butuh waktu yang lebih lama dari yang Level atas, demikian halnya Level Atas cuma memakan waktu lebih singkat untuk menumbangkan lawan  ketimbang level menengah dan level bawah. Semakin tinggi tingkat kemampuan beladiri seseorang, semakin singkat ia mengalahkan/membunuh musuhnya. Bahkan dalam Kondisi tertentu sang pengguna Bokken dengan skill yang tinggi dalam sekali gerak dapat merobohkan lawannya, dan kalau dihitung itu mungkin tidak sampai 10 detik.
Dari Sisi Lawan/ Target/Objek yang Dipukul :
 Dari sisi Lawan/Objek yang dipukul bisa dibagi menjadi kategori berikut :
1. Dari segi Pengetahuan dan kemampuan Lawan
2. Dari segi Anatomi Tubuh Manusia (Lawan)
Dari segi Pengetahuan dan Kemampuan Lawan, maksudnya:
Lawan  dapat dibagi menjadi orang awam, orang yang sekedar punya dasar Beladiri, orang yang punya cukup skill beladiri, orang yang punya level skill beladiri baik level menengah maupun level keatas. Jika Lawannya orang awam tentunya pengguna bokken dengan level Dasar akan lebih lama merobohkannya dibandingkan dengan pengguna Bokken level Menengah. Level menengah lebih lama dari Level Atas. Sedangkan Level atas butuh waktu lebih Singkat untuk menumbangkan daripada level menengah dan bawah. Intinya semakin tinggi kemampuan skill beladiri si pemakai Bokken, dan semakin rendah kemampuan keterampilan beladiri Lawan maka akan semakin cepat robohnya.
Dari Sisi Tubuh Manusia, maksudnya :
Tubuh manusia mempunyai banyak titik-titik lemah yang sangat peka jika di tekan dengan besaran tenaga tidak terlalu kuat, jumlahnya mungkin puluhan namun ada beberapa titik lemah yang umumnya banyak diketahui orang. Dengan hanya menekannya saja dengan tenaga yang tidak seberapa dapat membuat orang kesakitan, bayangkan apabila titik lemah tersebut dipukul dengan tenaga orang yang terlatih seni beladiri pedang dampaknya sudah pasti adalah Kematian.

dengan Sekali Gerak,  pukulan Bokken (Senjata Kayu) dapat mematikan Lawan. 

Mungkin orang yang sudah terlatih ilmu beladiri pedang menganggap pukulan Bokkennya dikeluarkan dengan tidak bertenaga, namun bagi orang awam yang tidak terlatih ilmu seni beladiri pedang menganggap pukulan itu sangat besar sekali tenaganya. Ini dikarenakan orang yang terlatih ilmu seni beladiri pedang sering berlatih ratusan bahkan ribuan kali mengayunkan pedang dengan fokus, sehingga dengan tidak disadari teknik dan tenaganya keluar begitu saja saat mengayunkan bokkennya. Kecepatan Tumbangnya lawan juga sangat dipengaruhi oleh titik vital mana yang dihantam oleh Bokken, apabila Bokkennya menghantam bagian Titik Vital yang sangat Rapuh pasti Lawan akan lebih cepat roboh, sebaliknya jika Bokken menghantam bagian titik Vital yang kurang Rapuh tentu lawan akan semakin lama dirobohkan tetapi sudah pasti dia merasakan kesakitan yang amat sangat, tapi dia masih sanggup berdiri. Di sini saya tidak mau menjelaskan titik vital manusia mana saja yang membahayakan apabila diserang, soalnya he..he..he terlalu Vulgar. Anda bisa mencari informasi akan hal ini dimana saja. Apabila Lawan objek yang dipukul menggunakan baju pelindung dan Helm pelindung kepala tentu Lawan akan semakin lama robohnya, ini tergantung dari kelihaian dan kecakapan  pemakai Bokken tersebut tentunya.
Melihat judul diata s sepertinya bukan suatu hal yang mustahil jika Bokken bisa membunuh orang dalam tempo kurang dari 10 detik tergantung siapa orang yang memakainya. Jika si pemakai Bokken orang yang cakap dalam teknik memainkan seni beladiri pedang.


 





 


 



Nunchaku Berasal dari Cina atau dari Jepang? Temukan Jawabannya disini !

Darimana senjata Nunchaku/Dobelstik berasal? dari Cina atau dari Jepang? untuk dapat menjawab pertanyaan tersebut saya akan menguraikan latar belakang sejarah lahirnya Nunchaku. Ada yang berpendapat Nunchaku berasal dari Cina, well pendapat ini tidak salah, jika melihat dari fakta sejarah tidak dapat dipungkiri bahwa di Cina pada jaman dahulu para praktisi beladirinya sering sekali menggunakan Flail (Senjata berupa tongkat panjang yang disambung dengan konektor tapi panjang gagang genggaman lebih panjang dari gagang pemukul. Konon senjata Flail tidak hanya digunakan di Asia (Cina) tapi juga di Eropa. 

Flail yang digunakan bangsa Eropa

Flail sering digunakan para ksatria berkuda untuk menyapu bersih lawannya ke tanah. Flail di China dikenal dengan sebutan "Shao Zi Gun in".  

Shao Zi Gun In

 

Ada juga sejarah yang mengatakan bahwa Nunchaku itu berasal dari toya/tongkat pemberian seorang guru beladiri (Grandmaster) kepada muridnya di Cina sebelum ia wafat sebagai warisan untuk bertempur/membela diri. Tetapi di dalam perjalanan hidupnya sang murid mematahkan Toya/tongkat ini menjadi tiga bagian. Sejak saat itu, ia tidak mau beralih kepada senjata lain dan tetap menggunakan senjata toya/tongkat warisan sang guru. Ia mendapat inspirasi untuk menghubungkan potongan Toya itu dengan tali penghubung dan jadilah senjata "Triplestick". Konon Triplestick berevolusi sampai sekarang (disederhanakan menjadi Nunchaku). Walaupun sering dibilang Nunchaku berasal  dari senjata peradaban Cina kuno (Toya yang menjadi triplestick tadi) namun pendapat atau fakta sejarah ini kerap kali dibantah oleh para ahli Sejarah. Ahli  Sejarah mengatakan bahwa bagaimanapun kehadiran dari Nunchaku berawal dari alat Bertani, bukan alat perang seperti Toya maupun Triplestick.Seperti yang ditemukan dalam fakta sejarah Okinawa (sebuah nama pulau kecil di Jepang yang sangat makmur penduduknya) bahwa nunchaku berasal dari sebuah alat bertani. Pada tahun 1429, Kaisar Sho Hashi menjajah Okinawa dan menyatukan tiga wilayah Okinawa menjadi satu, dan memberlakukan larangan keras kepada warga/penduduk setempat untuk menggunakan pedang Katana, pisau atau jenis benda tajam lainnya. Kecuali para Samurai dan pasukan kerajaan Jepang,bagi siapa saja yang melanggar akan berakhir dalam penjara.Tentu saja para penduduk lokal setempat dilanda kecemasan dan ketakutan ketika  keamanan mereka diusik oleh para pasukan Samurai dan Gangster yang menggunakan senjata tajam. Sejak saat itu penduduk Okinawa berlatih ilmu beladiri dengan sangat serius untuk mempertahankan hidupnya dari serangan pasukan Samurai yang sudah menguasai pulau Okinawa sejak 17 abad yang lalu.  Pulau Okinawa lalu menjadi bagian dari kerajaan Jepang, sejak saat itu penduduk Okinawa diharuskan membayar pajak yang sangat tinggi kepada kaisar Jepang dan selalu menderita karena diperlakukan diskriminatif oleh pemerintah Jepang. Mereka para penduduk Okinawa tidak pernah melakukan perlawanan ataupun pemberontakan besar-besaran terhadap pemerintah Jepang, tetapi hanya melakukan perlawanan sporadis terhadap para petugas Jepang, petugas pemungut pajak (Tax Collector) dan Grup Gangster kecil.  Walaupun cuma perlawanan kecil-kecilan lambat laun pemberontakan mereka diketahui oleh sang penguasa Okinawa yaitu Kaisar So Hashi, dan kaisar kemudian memberlakukan peraturan baru yaitu melarang keras penggunaan segala jenis senjata baik jenis tajam maupun tumpul di seluruh wilayah Okinawa, siapa saja yang melanggar akan dibunuh. Pemerintah Jepang lalu mebentuk suatu tim pasukan bernama "Katana Giri", yang mana keberadaan  pasukan Elit tersebut bertugas untuk memburu  dan membunuh orang yang tidak punya izin menggunakan pedang katana maupun senjata tajam lainnya serta menutup seluruh pabrik penempaan besi/senjata tajam (blacksmiths). Selama masa2 sulit tersebut hanya diperbolehkan 1 pisau untuk setiap desa, itupun hanya boleh digunakan selama 4 jam sehari atas  izin kepala desa masing-masing. Uniknya para penduduk Okinawa jika ingin menggunakan pisau harus mengambilnya disebuah tiang yang mana di tiang tersebut telah diikatkan sebuah pisau. 

Nunchaku Melawan Samurai

Selama masa periode ini, para praktisi beladiri Okinawa berpikir bahwa jalan satu-satunya untuk membeladiri adalah dengan menggunakan "tangan kosong". Akhirnya pada masa itu hampir semua para penduduk Okinawa  berlatih ilmu beladiri yang disebut "Tote" atau "Okinawa-Te", yang kita kenal kemudian sekarang bernama "Karate". Tidak hanya berlatih beladiri tangan kosong para penduduk Okinawa berlatih beladiri dengan menggunakan benda apa saja yang ada di hadapan mereka seperti sampan dan tali kekang kuda, yang kemudian hari kita kenal dengan nama "kobudo atau Kobujutsu". 

Ada Nunchaku di Museum

 Di tangan orang-orang Kobudo yang cerdas objek/benda  yang ditemukan sehari-hari dapat digunakan sebagai senjata untuk membela diri, walaupun tidak semamatikan seperti tombak atau pedang namun setidaknya dapat melukai lawan secara serius bahkan kepada lawan yang bersenjata lengkap sekalipun. Saya pikir disinilah awal kelahiran nunchaku dimulai. Oh iya, selain lahirnya Nunchaku berasal dari alat bertani (penumbuk padi) juga ada yang berasal dari Tali kekang Kuda. Cuma beda pada bentuknya saja dengan model bentuk Nunchaku jaman sekarang, seperti yang diperlihatkan dalam gambar berikut dibawah.

Nunchaku Model Tali Kekang Kuda

 

 Sumber :  http://www.nunchaku-sfw.com

Baca Juga :

-TIPS MEMILIH NUNCHAKU YANG BENAR DAN TEPAT

-SENJATA TRADISIONAL SENI BELADIRI (KOBUDO khas OKINAWA JEPANG)

-Aneka Macam  Senjata Tradisional Seni Beladiri

 

 

 

 

Minggu, 15 November 2020

5 jalan Seni Beladiri dapat Melejitkan Potensi Otak Anda

Seni Beladiri memiliki begitu banyak keuntungan yang ditawarkan, seperti mudah untuk fokus, seni bela diri juga membantu untuk pengembangan keterampilan mental dan kognitif.
 Berikut ini adalah beberapa cara bahwa seni bela diri memberikan dorongan pada otak anda:

 1.  Pelepasan ENDORPHIN .
 Aktivitas fisik apa pun, termasuk seni bela diri, menyebabkan pelepasan hormon - hormon pengecap di otak. Endorfin yang dirilis mengurangi rasa sakit, mengatur suasana hati, dan meningkatkan kebahagiaan. Dan pada akhirnya, ketika anda merasa lebih baik, anda belajar lebih baik.

2.  Pengendalian stres.
 Seni bela diri dapat membantu anda mengelola stres, baik secara fisik maupun mental. Sehubungan dengan respons fisik, endorfin yang dilepaskan dalam otak anda setelah latihan akan membantu anda mengatasi stres. Dan pada saat yang sama, gerakan fisik seni bela diri memungkinkan anda untuk bekerja melalui setiap ketegangan otot yang anda alami karena stres. Semakin sedikit ketegangan di otot-otot anda, semakin jarang pula anda merasa cemas. Secara mental, waktu yang anda habiskan untuk berlatih seni beladiri membantu anda melupakan stres pada hari anda. Daripada menjalankan daftar yang harus dilakukan, pikiran anda akan lebih condong ke keterampilan seni beladiri dan latihannya.

3.  Tidur Lebih Baik.
 Menjadikan tidur lebih bermutu sebagai prioritas dalam harian rutin anda yang mana sangat bermamfaat bagi otak anda. Dan latihan seni beladiri yang konsisten menghasilkan tidur yang lebih baik. Tidur malam yang nyenyak memungkinkan anda bangun di pagi berikutnya dengan merasa cukup beristirahat dan disegarkan. Selain merasa lebih baik setelah tidur malam yang nyenyak, anda juga memberi kesadaran dan kesempatan bagi otak anda proses untuk memperbaiki diri sementara anda tidur.

 4.  Lebih fokus.
 Penelitian telah menunjukkan bahwa dorongan mental yang datang dari latihan seni bela diri tidak menciptakan hanya dorongan singkat yang anda dapatkan segera setelah Anda latihan. Tetapi Efeknya akan lebih lama, dan salah satu manfaat mental jangka panjang adalah peningkatan kemampuan otak anda untuk fokus. Di sepanjang kelas, instruktur anda membantu anda menetapkan dan mengarahkan titik fokus anda, menuntun pada pikiran yang lebih tajam dan lebih perhatian.

 5.  Peningkatan ingatan.
Keuntungan lain dari ilmu Seni beladiri adalah meningkatkan ingatanmu. Serupa dengan cara anda melatih tubuh anda, melatih otak anda (melalui sesuatu seperti seni beladiri) membantu anda mempertahankan keterampilan kognitif kritis ini. Teknik bela diri membuatmu bergerak dengan cara baru dan berbeda. Kondisi terus-menerus belajar dan mengingat kembali apa yang telah anda pelajari membuat otak anda tetap tajam.
 
 
Baca juga :

Sabtu, 14 November 2020

Mamfaat Latihan Seni Beladiri yang Jarang Diketahui Orang (bagian Kedua)

Kunci untuk anak anak untuk lebih berusaha dan Fokus dalam belajar.

Endorfin adalah bahan kimia alami yang dihasilkan dalam tubuh untuk mengurangi rasa sakit dan meningkatkan kebahagiaan. Bahan - bahan kimia ini paling sering dikaitkan dengan olahraga, sejak dilepaskannya bahan kimia ini yg membuat "perasaan lebih enak" menimbulkan euforia dan biasanya dikenal sebagai "puncak para pelari" "Akan tetapi, kebanyakan olahraga apa pun akan menyebabkan keadaan bahagia ini, yang juga didorong melalui tawa dan kegembiraan.
 
Pada tahun-tahun belakangan ini, penelitian yang melibatkan endorfin telah mulai berfokus pada bagaimana bahan kimia ini turut menghasilkan proses belajar. Aktivitas fisik sangat penting untuk perkembangan otak. Pada dasarnya, ketika kita merasa baik, kita belajar lebih baik. Intelektual merangsang otak ketika endorfin telah dilepaskan, dan membantu lebih banyak lagi. Selama lima tahun terakhir, ilmu saraf telah mendorong orang tua dan guru untuk bekerja merangsang kimia "perasaan yang baik" ini di otak. Koneksi pikiran dan tubuh adalah hal yang kuat.
Ketika anda bekerja dengan anak-anak dan remaja, adalah penting untuk mengingat hal ini dan membantu mengembangkan keseluruhan diri. Dengan merangsang neurotransmiter positif dalam tubuh, kita akan melawan kortisol  sehingga memiliki anak dan remaja yang lebih bahagia. Kegiatan fisik menuntun pada kebahagiaan, kebahagiaan menuntun pada pembelajaran yang lebih baik, pembelajaran yang lebih baik menuntun pada peningkatan pengetahuan, pengetahuan yang meningkat menuntun pada keyakinan dan seterusnya.

Sekarang, setelah kita memahami ilmu saraf tentang endorfin, bagaimana kita sebagai orang tua, guru, pelatih, dan siapa pun yang bekerja dengan anak-anak, dapat memamfaatkan informasi ini? Kita harus menciptakan lingkungan belajar yang memungkinkan siswanya untuk dapat melepaskan endorfin nya sehingga siswa dapat menerapkan lebih banyak upaya dan lebih mampu untuk fokus. Beberapa cara untuk menaikkan level endorfin mereka adalah dengan latihan : 

"naikan Repetisi" sebagai keterampilan mengajar di kelas membantu siswa memiliki lebih banyak energi di sepanjang latihan, yang pada akhirnya menuntun pada mereka menunjukkan upaya yang lebih. Misalnya, jika siswa berlatih tendangan samping pada sebuah samsak dan mereka diberi tahu untuk melakukan 50, tujuannya adalah agar tendangan ke-50 menjadi yang terbaik. Namun, siswa sering memulai kecepatan penuh dan menguras energi mereka sewaktu mereka semakin dekat dengan hitungan ke 50.Hal terbaik untuk dilakukan adalah meminta mereka memulai repetisi mereka lebih mudah dan meningkatkan kekuatan mereka sewaktu mereka mencapai 50. Dengan begitu latihan mereka berakhir dengan salah satu tendangan terbaik mereka! Ini memberi para siswa demam endorfin dan mereka menyelesaikan latihan dengan merasa lebih kuat.

Neurobics: penggunaan "Neurobics" di kelas membantu siswa dengan meningkatkan stimulasi saraf mereka dan, karenanya, mereka menjadi lebih fokus. Misalnya, jika para siswa melakukan pushups, alih-alih menghitung sampai 10, menghitung dalam warna atau karakter, atau bahkan menghitung mundur. Ini akan meningkatkan tembakan saraf dalam otak mereka dan menjaga pikiran mereka dari bertanya-tanya.

Dengan menggunakan teknik ini, hormon dalam otak para siswa meningkat, dan kemudian mereka merasa lebih baik dan, oleh karena itu, belajar lebih baik. Kombinasi dari memiliki lebih banyak energi dan dirangsang secara kognitif menuntun pada lebih banyak usaha dan fokus di kelas!
.
.
Baca juga :

Jumat, 13 November 2020

Mamfaat dari Latihan Seni Beladiri yang Jarang Diketahui Orang (Bagian Pertama)

Semua orang tahu bahwa latihan, seperti seni beladiri baik untuk tubuh anda tapi apakah anda tahu betapa pentingnya untuk pikiran anda? Olahraga dianggap dapat menyembuhkan banyak penyakit, seperti depresi, kehilangan ingatan, dan Parkinson. Jadi, inilah penjelasan singkat tentang apa yang terjadi dalam otak anda ketika anda latihan beladiri …

Bagaimana seni bela diri melatih otak:

Latihan secara teknis adalah sumber stres. Aku tahu ini, ketika aku merasa ingin mendorong diri untuk menyelesaikan gerakan jurus/ kata terakhir atau saat menjalankan mil terakhir. Sama seperti setiap saat anda stres, tekanan jantung anda meningkat dan otak anda berpikir anda berjuang atau melarikan diri. Akibatnya, otak anda melepaskan protein BDNF (faktor neurotropika yang berasal dari otak) untuk melindungi anda. BDNF sebenarnya memperbaiki dan mendorong pertumbuhan neuron dan sinapsis anda, yang menghasilkan peningkatan daya ingat jangka panjang.

Melepaskan endorfin!

 Hal-hal keren lainnya terjadi dalam otak anda ketika anda berolahraga, seperti pelepasan endorfin. Seperti yang diketahui banyak orang, endorfin turut meminimalkan rasa sakit dan dapat menimbulkan euforia. Sebenarnya, endorfin memiliki efek yang sama seperti morfin! Serotonin dan dopamin adalah bahan kimia lain di otak anda yang bertanggung jawab untuk membuat anda merasa baik. Neurotransmitter ini dihasilkan dengan latihan kardio dan dapat menurunkan depresi dan amarah, meningkatkan suasana hati dan daya ingat jangka panjang.
Jadi, jika olahraga saja dapat membuat anda lebih bahagia dan mengurangi peluang anda untuk depresi dan demensia, maka mengapa ada epidemi kesehatan mental di Amerika saat ini? Jawabannya membingungkan; Karena banyak orang tidak berolahraga dan yang terburuk, banyak yang memilih untuk obat berbahaya sebagai gantinya! Meskipun obat-obatan ini seharusnya meningkatkan kadar serotonin dan dopamin, obat-obatan ini memiliki banyak efek samping seperti bertambahnya berat badan, kelelahan, rasa grogi, dan ide bunuh diri. Saya tidak tahu tentang anda, tapi tampaknya kontraproduktif bagi saya untuk mengobati depresi dengan obat yang dapat membuat anda gemuk, malas dan ide bunuh diri!

Kenapa kau harus berolahraga hari ini?

Jadi, saatnya untuk mendapatkan pikiran yang sehat! Otak anda mengendalikan tubuh anda; Ini adalah sumber kekuatanmu sehingga masuk akal bahwa otak yang sehat menciptakan tubuh yang sehat. Tolak godaan untuk minum pil ketika keadaan menjadi sulit dan menantang diri anda sendiri untuk mengambil jalan yang sehat. Mungkin ada beberapa efek samping, seperti menurunkan berat badan, meningkatkan massa otot dan euforia. Selain itu, ada banyak pilihan untuk berolahraga dan melatih tubuh maupun pikiran, seperti seni beladiri. Seni beladiri menekankan sinergi antara kekuatan fisik dan mental dan saya yakin bahwa jika anda mencobanya, otak anda akan senang anda lakukan!
.
.
Baca juga :
 

Seni Beladiri berbasis Tendangan / kaki efektifkah di pertarungan nyata?

          Seni beladiri berbasis Tendangan atau kaki banyak bermunculan di zaman sekarang ini ini dikarenakan tuntutan dunia hiburan/entertaintment yang menuntut inovasi agar filem-filem  bergenre action tidak membosankan dalam adegan teknik fightingnya. Teknik teknik akrobatik, kelenturan kaki/tendangan bahkan teknik yang aneh (yg tidak umum dipakai) pun dipertontonkan dalam adegan itu, yang lain tidak bukan adalah untuk memukau penonton, yang ujung-ujungnya menaikkan rating atas film tersebut. Yang jadi pertanyaan utama adalah benarkah teknik tendangan yang seperti ada di film2 itu efektif di pertarungan dunia nyata? seberapa efektifkah teknik tendangan tersebut di dunia nyata. Berikut ini akan kita kupas lebih dalam.   

          Menurut pendapat sy pribadi, beladiri menggunakan kaki /tendangan dalam kejadian pertarungan real di jalanan  akan sangat berbahaya dan fatal. Karena jika kaki kita sampai terluka atau cedera dalam suatu pertarungan maka keselamatan kita bisa terancam, karena kita tidak bisa berlari, bahkan berjalan. Jangankan untuk memenangkan pertarungan, menghindari pertarungan saja kita tidak mampu karena kaki kita cedera. Akhirnya kita babak belur jadi bulan-bulanan musuh atau lawan kita alias mati konyol. Untuk itulah kebanyakan ilmu seni beladiri seperti pencak silat, Ninjutsu dan lain-lain menggunakan tendangan/kaki dengan porsi yang lebih sedikit ketimbang pukulan/tangan. Apalagi jika kita lebih sering/suka  menggunakan tendangan tinggi dari pada tendangan rendah, maka peluang untuk cedera kaki atau bahkan kekalahan yang kita terima  akan lebih besar. Sebenarnya peluang/momentum kita memenangkan sebuah  pertarungan dengan menggunakan tendangan tinggi adalah lebih kecil dibandingkan dengan menggunakan tendangan sedang ataupun dengan pukulan.

         Penggunaan tendangan tinggi juga berpotensi membuka area2 yang ada pada sikap bertarung kita, sehingga musuh lebih mudah menyerang area tubuh kita yang luput dari pertahanan kita, dgn kata lain jika kita melepaskan tendangan tinggi ke arah musuh, itu sama saja kita berspekulasi dan siap memberikan tumbal ke area bagian2 tubuh kita yang akan menjadi target empuk serangan lawan. Itulah sebabnya dalam pertandingan MMA tendangan tinggi tidak sering dilakukan hanya sewaktu-waktu saja, jika momennya tepat. Sebagai ilustrasi seorang mma fighter mempunyai skill di tendangan tinggi alias mempunyai kaki yg lentur sebut saja namanya A dan dia berhadapan dgn seorang yg fighter yg tidak terlalu punya kelebihan di kaki tetapi dia agak sedikit punya kelebihan di tangan namanya B. Si A ingin buru2 menghabisi si B dgn skill tendangan tingginya yg mematikan dan sekalian ingin memukau penonton dgn kakinya yg lentur tsb. Tetapi si B buru2 mencederai kakinya dgn pukulan dan tangkisan yg dikuasainya. Alhasil si A dalam waktu singkat mengalami kekalahan sebelum ia mengeluarkan seluruh tenaganya dan teknik2 nya. Dalam ilustrasi ini disimpulkan bahwa jika seseorang tergesa-gesa utk memakai tendangan maka kekalahan lah yg akan cepat dia terima. Ini sekedar pendapat pribadi sy. 
 
          Dalam beladiri nyata juga demikian sbg contoh: jika kita mengalami penodongan di dalam kereta atau dalam tempat yg sempit atau tidak rata, akankah kita akan mengeluarkan tendangan ? Tentu tidak, di tempat luas dan tidak ratapun kita tidak bijak mengeluarkan teknik tendangan jika sang penodong dapat dilumpuhkan oleh gerakan yg simple dari tangan.  Sy mengagumi seni beladiri kaki hanya sebatas mengagumi sebagai karya seni seniman beladiri yang mewarnai khasanah jagat perbeladirian di dunia. Sebab tanpa mereka jagad perbeladirian akan menjadi monoton, tidak ada variasi dan daya tariknya sama sekali. Kebanyakan penggunaan seni Beladiri yg berbasis pada kaki digunakan utk keperluan pertunjukan atau entertaintment saat ini.