Rabu, 29 September 2010

Pentingnya Latihan Menangkis di Karate

Karate diciptakan oleh master2 zaman dahulu adalah untuk mempertahankan diri, bukan untuk menyerang. Karena serangan Karate bisa sangat membahayakan Jika digunakan sembarangan maka akan mencelakai orang. Orang yang jadi korban bisa jadi cacat atau meninggal. Karena saking bahayanya ilmu Karate ini, maka oleh master2 dahulu diciptakanlah jurus/Kata yang tekniknya kebanyakan didominasi oleh tangkisan. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar nantinya karate diharapkan tidak disalahgunakan dalam pengamalannya dikemudian hari. Seperti kita tahu bahwa dalam prinsip Karate tidak ada yang namanya menyerang terlebih dahulu alias jika kita diserang baru kita membela diri. Itulah sebabnya dalam setiap jurus Karate selalu dimulai dengan tangkisan. Dalam setiap tehnik Beladiri Karate selalu ditekankan untuk mempertahankan diri/melindungi diri terlebih dahulu, baru kemudian menyerang. Melindungi diri terlebih dulu maksudnya si pelaku karate dituntut untuk terus memprioritaskan belajar dan melatih gerakan tangkisan secara konsisten dari pada melatih gerakan memukul atau menendang. Di sini setiap murid karate ditekankan untuk lebih banyak belajar dan melatih tangkisan ketimbang pukulan. Hal ini bukan berarti melatih pukulan/tendangan dinomor duakan tetapi dalam pertarungan sebenarnya orang yang mempunyai skill menangkis yang lebih baik memiliki kemungkinan untuk menang lebih besar, walaupun skill pukulannya rendah atau paling tidak dalam kondisi terburuk orang tsb walaupun tidak slalu menang dalam pertarungan tapi ia dapat meminimalisir tingkat bahaya serangan musuh/dapat menahan gempuran serangan lawan sehingga tingkat cedera pada dirinya dapat diminimalisasi sekecil mungkin. Sekarang kita bandingkan dengan sebuah contoh:
  • Si A belajar dan melatih tangkisan serta pukulan dengan kompasisi: latihan tangkisan =80%, latihan pukulan/tendangan=20%
  • Si B belajar tangkisan dan pukulan dengan komposisi: latihan tangkisan=20%, latihan pukulan dan tendangan=80%
Ketika mereka berdua diadu dalam sebuah pertarungan, manakah diantara mereka yang menang? Apakah si A yang mempunyai pertahanan yang paling kuat atau si B yang mempunyai pukulan dan tendangan paling kuat dan cepat? Jawabannya adalah yang menang si A, karena sekuat dan secepat apapun si B melancarkan pukulan, pukulannya akan selalu meleset/tertangkis oleh si A, dan ketika kemudian si A membalas dengan menyerang melalui pukulannya ke si B, mungkin pada tahap ini serangan pukulan yang dilancarkan si A kualitasnya tidak sebagus pukulan yang dilancarkan si B. kualitas pukulan si A boleh jadi dari segi kecepatan rendah, dan dari segi kekuatan atau bobot pukulan juga rendah. Sehingga pukulan si A belum bisa segera membuat kapok si B atau menjatuhkan si B. Tapi lama-kelamaan seiring dengan akumulasi pukulan yang masuk ke tubuh si B, pukulan yang lemah sekalipun dapat mencedrai si B dan akibatnya si B ambruk ke tanah (kalah).
Melatih keterampilan menangkis juga membantu kita dalam bertahan dalam suatu pertarungan. Musuh yang melancarkan serangan terus-menerus secara bertubi2 tapi selalu berhasil kita tangkis, lama kelamaan akan menguras energi musuh juga, sehingga lambat laun kecepatan pukulannya akan melambat bahkan berhenti sama sekali. Di saat pukulannya lambat terbukalah peluang/celah untuk kita memukulnya.
Latihan menangkis juga dapat menghindarkan tubuh kita dari cedera yang serius akibat pukulan telak musuh. Sehingga kalau saat menit pertama saja kita sudah kena pukul telak dan terhuyung-huyung, bagaimana jika kita akan bertarung di menit2 selanjutnya, pasti lebih berat.
Dalam hal ini bukannya penulis mengabaikan latihan memukul/menendang. Tidak sama sekali tidak! Tetapi penulis hanya ingin sekedar meluruskan kembali muksud dan tujuan latihan karate. Penulis perhatikan banyak diantara para siswa2 Karate yang lebih enak melatih Karatenya hanya sebatas teknik memukul atau menendang saja, sedangkan mereka tidak bergairah untuk melatih tangkisan. Waktu mereka berlatih di Dojo, mereka terpaksa harus mengikuti sensei mereka dalam melakukan gerakan2 termasuk teknik tangkisan. Tapi teknik tangkisan yang mereka latih di Dojo atas intruksi senseinya tidak membuat mereka senang. Mereka tidak menghayati gerakan tangkisan yang mereka lakukan. Sesudah sampai di rumah mereka melupakan semua latihan teknik tangkisan waktu di Dojo, mereka kembali hanya melatih pukulan secara berulang2 tanpa melatih tangkisan sedikitpun. Mereka berlatih di rumah hanya bergairah untuk melatih pukulan saja. Sebenarnya ini tidak salah, banyak Karateka yang berlatih memukul Makiwara di rumah. Maksud penulis latihlah pukulan sampai baik dan perbanyaklah latihan Tangkisan, karena tangkisan dapat melindungi anda dari cedera dan kekalahan.

Senin, 27 September 2010

Mamfaat Olah Raga bagi Kesehatan

Mamfaat Olah Raga bagi Kesehatan Mental dan Jasmani

Manfaat olahraga Karate untuk kesehatan tubuh kita memang sudah lama terbukti. Latihan Karate tidak hanya penting untuk memelihara kebugaran fisik tetapi juga kesehatan mental. Dengan kita berlatih karate otomatis kita menggerakan tubuh kita sendiri (berolah raga). Jangankan berlatih Karate, hanya sekedar menggerakkan tubuh saja selama 10 menit setiap hari kesehatan mental kita akan meningkat cepat. Dalam temuan barunya Daniel M. Landers, profesor ilmu kesehatan fisik dan olahraga dari Univeritas Arizona menemukan adanya mamfaat lainnya dari olah raga yaitu:
daya pikir akan bertambah jernih dan yang menggembirakan dapat mengurangi ketegangan alias stress serta membuat perasaan menjadi riang selalu. Menurut Landers ada lima manfaat olahraga yang dapat menyehatkan mental kita.

1. Olahraga mengurangi stres

Setiap manusia normal pernah mengalami stres atau ketegangan. Apakah stres tersebut disebabkan karena masalah ekonomi seperti inflasi atau devaluasi, masalah pergaulan atau retaknya hubungan suami istri, urusan kantor yang tidak pernah selesai, ujian akhir yang akan dihadapi, keputusan salah yang telah diambil atau mungkin keragu-raguan untuk mengambil keputusan.

Semua manusia pernah mengalami stres; dan Anda harus tahu bagaimana mengatasinya! Banyak oarang menderita penyakit, putus asa, bahkan mati mendadak disebabkan stres!

Bagaimana caranya Anda dapat mengindari stres? Ternyata olaraga dapat menolong Anda untuk mengatasi stres. Bagaimana? Untuk itu kita perlu melihat bagaimana kerja otot yang kita miliki. Berolahraga dapat membantu kita mengurangi kegelisahan hati dan bahkan dapat melawan kemarahan.

Alasannya, kalau jantung kita bekerja pada saat berolahraga, maka otomatis konsentrasi pikiran tidak akan terfokus pada urusan pekerjaan lagi. Selain dapat mengalihkan pikiran, aerobik yang rutin juga dapat meningkatkan ketahanan kardiovaskular, sehingga nantinya kita dapat bersikap tidak terlalu berlebihan dalam menyikapi suatu masalah. Aktifitas yang terbukti efektif dalam melawan ketegangan otak adalah aerobik macam berjalan kaki, bersepeda, renang, jogging dan yoga.

2. Olahraga dapat meningkatkan kekuatan otak

Sudah bukan rahasia lagi kalau kegiatan fisik yang rutin dilakukan bisa meningkatkan daya reaksi, konsentrasi, kreativitas dan kesehatan mental kita. Hal ini dikarenakan tubuh memompa lebih banyak darah sehingga kadar oksigen dalam peredaran darah juga meningkat yang ujungnya mempercepat pemasukkan darah ke otak. Para ahli sepakat kalau otak cukup mendapat asupan darah maka reaksi fisik dan mental seseorang akan meningkat.

3. Mempengaruhi hormon Endogenous opioids

Dalam keajaiban tubuh manusia, para ilmuan baru-baru ini telah menemukan satu sistem hormon yang berfungsi sebagai morphine yang disebut endogenous opioids. Hal ini cukup menarik perhatian sebab reseptornya didapatkan di dalam hipotalamus dan sistem limbik otak, daerah yang berhubungan dengan emosi dan tingkah laku manusia.

Sistem hormon endogenous opioids, salah satunya ialah beta-endorphin, bukan hanya mengurangi perasaan nyeri dan memberikan kekuatan menghadapi kanker saja, tetapi juga menambah daya ingat, menormalkan selera, seks, tekanan darah dan ventilasi.

Saat berolahraga, kelenjar pitutiari menambah produk beta-endorphin; dan sebagai hasilnya konsentrasi beta-endorphin naik di dalam darah yang dialirkan juga ke otak, sehingga mengurangi nyeri, cemas, depresi dan perasaan letih.

4. Meningkatkan gelombang otak alfa

Penelitian menunjukkan bahwa olahraga, ada penambahan gelombang alfa di otak. Gelombang otak alfa sudah lama diketahui yang berhubungan dengan rileks dan keadaan santai seperti pada waktu bermeditasi. Gelombang alfa ini terlihat pada seorang yang jogging untuk 20 sampai 30 menit, dan tetap dapat diukur setelah olahraga tersebut berakhir.

Para peneliti mengemukakan bahwa bertambahnya kekuatan gelombang alfa memberikan kontribusi kepada keuntungan kejiwaan dari olahraga, termasuk berkurangnya kecemasan dan depresi.

5. Penyalur saraf otak

Olahraga akan dapat memperlancarkan kegiatan penyalur saraf (brain neurotransmitter) di dalam otak. Hasil penelitian dalam hal ini dapat menyampaikan bahwa olahraga dapat menaikkan tingkat norepinephrine, dopamine, dan serotonin di dalam otak, dengan demikian mengurangi depresi. Telah terbukti bahwa penyalur saraf otak seperti norepinephrine (NE) dan serotonin (5 - HT) terlibat dalam depresi dan schizophrenia.

Tubuh yang sehat hidup dalam ketenangan. Anda tidak akan merasakannya dari dalam keluar keharmonisan dan damai. Bila olahraga akan memberikan kesehatan tubuh yang baik, dan juga ketenangan pikiran serta pencapaian intelek yang lebih tinggi, mengapa kita tidak segera berolahraga dari sekarang.

6. Olahraga dapat melawan penuaan

Penelitian baru-baru ini membuktikan bahwa dengan hanya berolahraga ringan seperti berjalan kaki saja dapat membantu tubuh mencegah penurunan daya kerja otak pada wanita lanjut usia. Semakin lama dan seringnya kegiatan berjalan kaki ini dilakukan maka ketajaman pikiran juga akan semakin membaik.

Hasil terbaik akan didapat dengan menggerakkan tubuh setiap minggu selama sembilan minggu. "Kegiatannya tidak perlu terlalu tinggi intensitasnya, cukup dengan berkeliling saja, yang penting daya pacu jantung kita dapat meningkat," lanjut Landers. "Tapi manfaatnya daya ingat kita akan selalu tajam."

7. Olahraga dapat meningkat perasaan bahagia

Banyak orang yang terkena depresi atau sakit hatinya memakai obat penenang sebagai jalan keluar. Sekarang jalan menuju kebahagian secara alami dapat diraih dengan menggerakkan tubuh secara rutin. Olahraga terbukti manjur dalam meningkatkan hormon penumbuh rasa bahagia dalam otak kita, seperti adrenalin, serotonin, dopamin dan endorphin, yang merupakan pembunuh nomor satu penyakit hati.

Sebuah survey di Inggris melaporkan 83% penderita depresi bergantung pada aktifitas olahraga dalam memperbaiki perasaan hati dan mengurangi kecemasan. Berolahraga selama 16 minggu secara rutin pada orang yang memiliki kadar depresi yang sedang mendapatkan efek bahagia.

Penelitian di Universitas Duke membuktikan bahwa 60% penderita depresi yang menjalani olahraga 30 menit tiga kali seminggu selama enam bulan dapat melawan penderitaan tanpa harus menggunakan obat dokter. Namun bagi penderita depresi yang berat tentu tidak bisa begitu saja lepas dari obat-obatan. Hanya saja banyak dokter sekarang yang memasukkan kegiatan olahraga dalam resep pengobatan mereka disamping obat penenang medis.

8. Olahraga dapat meningkatkan kepercayaan diri

Sekarang rasa percaya diri dapat dicapai tidak hanya dengan mengandalkan keindahan fisik lagi. Sebuah studi kasus di AS membuktikan kalau para remaja yang aktif berolahraga memiliki kadar kepercayaan diri yang sama kuat dengan teman-teman mereka yang memiliki tubuh dan penampilan indah.

Kemantapan diri ini terletak pada hasil yang mereka dapatkan, yakni citra tubuh yang sehat dan kekuatan fisik yang prima, bukan semata giat berolahraga karena terobsesi dengan figur fisik para model di sampul majalah.

Minggu, 26 September 2010

Latihan Karate Shihan Nardi di Jepang

Shihan nardi adalah pendiri Perguruan Pembinaan Mental Karate Kyokushinkai Karate-do Indonesia yang bertempat di kota Batu Malang, perguruan karate Kyokushinkai tsb merupakan pusat dari semua cabang perguruan karate kyokushinkai yang ada di indonesia. Shihan Nardi pernah belajar Karate lansung kepada Master Oyama (pendiri aliran Kyokushinkai) sewaktu dia masih hidup. Nah bagaimana pengalaman dia, belajar Karate dibawah asuhan Master Oyama simak artikel dibawah ini:
Latihan ternyata sangat ketat dan padat serta berat. Khusus yang harus diikuti Nardi setiap hari, karena memang datang ke Tokyo bukan sebagai anggota biasa yang berlatih rata rata dua kali seminggu, tetapi Nardi harus berlatih setiap hari sepanjang minggu, yaitu dari pukul 10.00 – 12.30, lalu dari pukul 15.00 – 17.30 dan pukul 19.00 – 21.30 dengan Jiyu Kumite yang setiap minggunya tidak kurang dari 6 – 8 kali, satu lawan satu, belum lagi setiap hari pasti ada Kumite Bergantian, berhadap hadapan dengan bergesar sehingga masing-masing berjumpa satu sama yang lain. Pada saat berangkat berat badan Nardi 93 Kg merosot dengan drastis setelah 3 bulan berlatih menjadi 72 Kg. Mereka yang berlatih seminggu dua kali saja banyak yang tidak masuk karena rasa sakitnya yang tentunya belum hilang akibat free fighting ini.
Nardi belum pernah sekalipun tertendang atau terpukul hingga jatuh apa lagi berteriak :‘ Maitta’ (I give up) sedangkan karateka Jepang sendiri saat menghadapi pukulan atau tendangan Nardi saat terdesak, sering berseru: ‘Maitta!‘. Bunyi tambur yang berdentam saat akan dimulai latihan dan Jiyu Kumite seakan tetap menggema, dan kenangan itu seakan bangkit kembali bila secara kebetulan ia mendengar kembali bunyi2an serupa.

Dalam waktu satu bulan latihan mencapai jumlah sekitar 90 kali, padahal biasanya seminggu anggota biasa berlatih dua kali maksimal, sehingga dalam waktu satu bulan anggota berlatih sebanyak 9 kali. Dalam perbandingan ini, satu bulan latihan bagi Nardi sama dengan sepuluh bulan latihan anggota biasa, paling sedikit.
Millian S. dari Yugoslavia, teman Nardi satu apartment yang tinggal di kamar bagian bawah, setelah dua minggu berlatih tidak bisa bertahan dan pulang ke negaranya.

Dari cerita di Sekretariat Honbu sering terjadi karateka dari berbagai negara yang coba mengikuti Special Training ini setelah beberapa saat secara diam-diam meninggalkan latihan dan pulang ke negaranya. Mengapa diam-diam? Hal ini disebabkan karena rasa sungkan dan malu kepada Master Oyama, para Pelatih dan rekan berlatihnya.

Sabtu, 25 September 2010

Tingkatan Tujuan Seseorang Belajar Beladiri



Beladiri pada saat ini bukanlah dianggap sebagai alat untuk mempertahankan diri dari keadaan genting tapi cenderung lebih ke arah gaya hidup.

Banyak yang belum tahu sama sekali tentang apa itu beladiri, kebanyakan orang awam hanya melihatb beladiri sebagai teknik untuk berkelahi... walau kenyataannya seperti itu namun beladiri itu sangat dalam dan banyak fungsinya sesuai tujuan...

Banyak juga alasan orang mempelajari beladiri mulai dari ingin menjadi kuat, sekedar hobi, prestasi, bahkan jalan hidup. Namun untuk tujuan berbeda akan menghasilkan hasil yang berbeda...

Sebenarnya beladiri memiliki banyak sekali philosophy kehidupan yang bisa dijadikan sebagai pegangan hidup atau pencarian makna hidup.. inilah yang dicari oleh orang yang menghayati jalan beladiri..

Tahapan belajar beladiri adalah mulai dari

mengenal : dimana kita mulai tau seperti apa beladiri itu dalam bayangan kasar
mempelajari: kita mulai mempelajari dasar dan bentuk beladiri tersebut dan seperti apa
menekuni: disini adalah tahapan dimana kita melatih apa yang sudah kita pelajari berkali-kali
mencintai: dimana kita sudah sangat menyukai dan nyaman dalam mempelajari dan menekuni beladiri yang kita miliki
menghayati: dimana seluruh philosophy kehidupan dan inti dari beladiri tersebut berusaha kita resapi dalam diri

Sedangkan tahap pribadi seseorang dalam belajar beladiri adalah sebagai berikut
1. untuk melukai orang lain
2. untuk menunjukan kebanggan diri/ kekuatan diri.
3. untuk menjadi yang terkuat
4. untuk menjaga kedamaian
5. untuk menjadi tujuan hidup
6. mencari pencerahan

Sayangnya kebanyakan mereka yang menekuni beladiri hanya sampai pada tahap mempelajari dan untuk kebanggan diri



Beladiri sendiri dalam tujuan umum dibagi menjadi dua yaitu SPORT dan TRADISIONAL, dimana ;

Beladiri SPORT bertujuan untuk meraih prestasi tentunya ada jurus-jurus atau gerakan yang dihilangkan dan dilarang sehingga jika digunakan maka akan berakibat pelanggaran. Karena itulah dalam pelatihannya beladiri SPORT memang ditujukan untuk bertarung mengikuti aturan-aturan yang berlaku, untuk memenangkan pertandingan, bukan memenangkan pertarungan.

Sedangkan beladiri tradisional lebih mengutamakan ke jalan hidup, yang dipelajari masih gerakan-gerakan untuk melumpuhkan, membunuh dan menghabisi, namun pada tingkatan tertinggi pada beladiri tradisional kita akan diarahkan untuk bersatu dengan alam dan mencapai pencerahan karena tujuan beladiri tradisional adalah sebagai jalan hidup.

Jumat, 24 September 2010

Mental Bathin yang Baik kunci Kesehatan (bagian 2)

Ketenangan-keseimbangan mental Bathin mutlak sangat perlu dalam hal menjaga kesehatan. tanpa ketenangan-keseimbangan mental bathin yang baik maka orang tersebut yang tadinya sehat lambat laun akan sakit. Untuk menjaga kesehatan seseorang tidak hanya fokus pada olah raga saja yang digelutinya, tetapi kondisi mental bathinnya harus tetap terpelihara dengan baik sebab kalau tidak akan berpengaruh ke kondisi fisiknya. Sebenarnya Olah raga membantu seseorang dalam memelihara kondisi mental supaya seimbang dan tenang contohnya olah raga beladiri Karate, tapi alangkah lebih baiknya jika kita dilengkapi dengan pengetahuan2 teknis tentang cara memelihara ketenangan-keseimbangan mental bathin lain agar kondisi mental dan bathin kita selalu menjadi lebih prima. Dibawah ini adalah tulisan pengalaman seorang dokter dan penelitiannya tentang pentingnya keseimbangan- ketenangan mental dan bathin dan teknik agar bisa mencapai ketenangan keseimbangan mental bathin yang baik bagian ke 2. selamat mengikuti!

kondisi mental bathin yang baik adalah senjata melawan kanker yang paling ampuh. Sesungguhnya, seseorang dengan kondisi mental bathin yang tenang seimbang, pasti akan memiliki organ yang seimbang juga, akan jarang terjangkit semua penyakit, kendati terjangkit penyakitpun penyembuhan akan cepat. Ini berlaku untuk segala penyakit apapun, dan energy dan kekuatan ini demikian kuat sehingga Anda mungkin tidak bisa membayangkan. Baru-baru ini saya mendapat seorang pasien penderita jantung dari Daerah, pembuluh jantungnya sudah sebagian besar tersumbat, disamping itu terdapat juga tumor pada dinding jantung. Dokter di daerah menganjurkan ia datang ke Beijing An Chen Hospital untuk melakukan operasi by pass, juga membuang tumor pada dinding jantungnya. Ketika konsultasi dengan saya, saya katakan bahwa ia perlu terlebih dulu melakukan Heart Survival Test. Bila jantung masih terdapat yang survive, maka operasi bypass dapat efektif. Tapi bila otot jantung sudah mati semua, maka operasi by pass pun tak ada efeknya. Ternyata setelah dilakukan test tadi, tidak lagi terdapat otot jantung yang masih "hidup"! Betapa kecewanya si pasien tersebut ketika diberitahu hasil "test"nya itu. Kebetulan di hari dimana ia berkonsultasi dengan saya, rumah sakit sedang menyelenggarakan Kursus Pendidikan Kesehatan. Setelah mengikuti kursus ini, ia berkomentar: "Setelah mengikuti Kursus Pendidikan Kesehatan ini, bathin saya merasa tergugah, rupa-rupanya walau saya pernah menjabat Direktur sebuah Bank, tapi saya sama sekali tidak paham apa yang disebut "Kesehatan" itu! Bagaimana cara mendapatkannya? Bagaimana menjalankannya? Kini setelah kursus ini, saya baru paham akan 4 (empat) fondasi kesehatan yang luar biasa itu!"
Setelah kembali ke rumahnya, ia menyimpulkan pencerahan bathinnya dengan 4 (empat) kalimat. Kalimat Pertama: Lupakan kejayaan masa lalu. Dulu kehidupan sebagai Direktur Bank sangat mewah, naik turun mobil mewah, dimana-mana selalu mendapat sanjungan-sanjungan, kini setelah di-non-aktifkan, bila mengenang akan kejayaan dan kemewahan masa lalu, akan membuat sedih hati. Kalimat Kedua: Jangan sirik melihat apa yang terjadi sekarang . Direktur yang menggantikan saya kini lebih gaya, lebih mewah dibanding dengan kondisi ketika saya masih menjabat. Saya tidak ambil pusing dengan hal ini. Kalimat ketiga: Nikmatilah hari ini. Setiap hari saya akan beristirahat, berkebun dan nonton TV. Saya nikmati saja hari-hariku ini. Kalimat keempat: Menyongsong hasil esok dengan optimisme.
Jantungku ini bila dirawat baik-baik saya akan bisa hidup sampai 90 tahun, gairah hidupnya timbul kembali! Jadi Falsafah Hidup si pasien yang berpatokan pada: Lepaskan keterikatan masa lalu; Tidak iri kepada apa yang terjadi kini; Nikmatilah hari ini; Menyongsong hari esok, menyebabkan ia bertahan hidup sehat.
Dua tahun kemudian, ketika ia kembali ke rumah sakit untuk pemeriksaan ulang, ketika difoto, ternyata jantungnya kentara telah berkurang bengkaknya! Oh, saya sungguh belum pernah berjumpa dengan kasus seperti ini, dua tahun yang lalu, jantungnya demikian bengkak, bisa bertahan hidup sampai sekarang, termasuk jarang terjadi. Dan biasanya si jantung dari waktu ke waktu malah makin bengkak. Sekarang koq bisa mengecil kembali? Ketika dilakukan USG, nyata sekali jantungnya telah mengecil kembali, kinerja jantungnya kentara telah membaik. Dia sekarang hidup normal-normal saja, tiap-tiap hari berolahraga naik gunung.

Umat manusia jika saja mempunyai kondisi bathin dan mental yang baik, maka fisiknya akan mempunyai antibody dan immunity yang besar. Tapi sekali semangat hidupnya runtuh, maka habislah sudah! Jadi sekali lagi saya tekankan bahwa kondisi mental dan bathin mempunyai pengaruh yang teramat besar terhadap timbulnya dan berkembangnya penyakit, terutama penyakit kronis seperti kanker, jantung koroner, tekanan darah tinggi dan diabetes.

Jadi adalah penting menjaga ketenang seimbangan mental dan bathin. Tetapi bagaimana caranya mempertahankan kondisi mental & bathin yang seimbang dan stabil? Jawabannya adalah 3 kalimat: "Perlakukan dirimu dengan benar, perlakukan orang lain dengan benar,perlakukan masyarakat dengan benar". Perlakukan dirimu dengan benar adalah memposisikan diri Anda dengan benar, jangan ada Superiority Complex, jangan pula ada Inferiority Complex atau rendah diri. Perlakukan orang lain dan masyarakat dengan korek adalah senantiasa bersikap optimis dan berterima kasih kepada masyarakat. Kalau kita senantiasa bersikap positif seperti ini, maka semua problem hidup dapat terselesaikan dengan lancar.

Sikap manusia terhadap masyarakat kelilingnya terbagi dua: kelompok pertama senantiasa bersikap aktif dan optimis menghadapi dunia. Kelompok orang lainnya bersikap pesimis dan pasif menghadapi dunia. Inilah salah satu tolok ukur yang digunakan untuk mengukur dan membeda-bedakan mental bathin yang seimbang dengan mental bathin yang tak seimbang. Seseorang yang bersikap optimis dan aktif memandang dunia, maka dunia terasa begitu indah. Bila Anda bersikap pesimis dan pasif memandang dunia, maka dunia akan terasa begitu menakutkan! Masyarakat yang tengah berada pada proses keterbukaan & reformasi, peristiwa-peristiwa yang tak stabil, yang tak seimbang akan banyak sekali terjadi, bila Anda melihatnya dengan sikap pesimis, maka setiap hari Anda akan marah, dari pagi hingga sore tidak henti-hentinya ngomel dan marah karena memang kasus-kasus yang membuat Anda marah adalah terlampau banyak. Sebaliknya, bila Anda memandang dunia dengan optimis, dengan segala kekurangan yang masih ada, toh masyarakat dan negara kita terus maju berkembang, kehidupan kita kian hari kian makmur, banyak hal-hal yang bisa membuat kita bersukacita sepanjang hari. Maka seorang filsuf ternama pernah berkata: "Hidup adalah bagai sebuah cermin, engkau tertawa kepadanya, maka iapun akan ikut tertawa, engkau menangisi dia, iapun akan ikut menangis."
Apakah kebahagiaan itu? Tidak ada tolok ukur standard untuk "kebahagiaan", apalagi tolok ukur materi. Seseorang dengan materi berlimpah tidak menjamin ia pasti bahagia. Kebahagiaan adalah sebuah kondisi mental & bathin. Kondisi mental & bathin bagaimana yang melahirkan kebahagiaan? Ternyata kondisi mental bathin yang tenang seimbang, yang stabil, yang membuat seseorang bahagia, dan merupakan salah satu fondasi dari "Kesehatan".

Kita sudah memasuki Millenium Baru. Di millennium baru ini harta kekayaan terbesar dari hidup manusia adalah "Kesehatan". Jadi jika Anda memberi seseorang suatu hadiah, hadiah yang terbaik adalah "Kesehatan". Berilah seseorang hadiah berupa "Sop Sehat Delapan Rasa." Rasa Pertama: Hati penuh kasih sayang, kasih sayang kepada sesamanya dan kepada masyarakat, tanpa kasih sayang, seseorang tak layak menjadi warga masyarakat. Rasa kedua: Berhati dermawan dengan kepedulian sosial tinggi. Rasa ketiga: Bermoral lurus dan jujur. Rasa keempat: hindarilah sifat tamak dan selalu ingin mendapat lebih dari apa yang telah diperoleh; orang juga harus berlapang dada dan bersifat pemaaf. Rasa kelima : Berbakti kepada orang tua. Sebuah kelompok Peneliti Kebahagiaan Manula, berkesimpulan bahwa: unsur terpenting yang mempengaruhi kebahagiaan manula bukanlah uang atau kedudukan Melainkan keberadaan putra-putrinya yang berbakti di sisinya yang menjadi syarat utama bagi kebahagiaannya. Bakti kepada orang tua adalah Nilai Luhur dari Budaya Timur. Rasa keenam: jujur dalam takaran pas. Orang tak boleh terlampau jujur atau dia akan menjadi idiot. Tapi menjadi tidak jujur juga tidak baik. Jadi jujur dalam takaran pas! Rasa ketujuh: Beramal, tanpa suatu ikatan; makin banyak amal, makin baik! Rasa kedelapan: Tanpa pamrih, tidak mengharapkan imbalan atas amal yang diberikan.

"Sop Sehat 8 Rasa" setelah diminum teratur tiap hari, akan memurnikan bathin; memantapkan integritas diri; mengikis materialistis dan egoisme, tidak bergeming menghadapi pujian dan penghinaan.

"Sop Sehat 8 Rasa" akan melahirkan 6 buah manfaat: (1) M enjadi manusia jujur; (2) Tekun dalam tugas sehari-hari, (3) Amal dan peduli kepada masyarakat, (4) Nikmati hidup; (5) Sehat dan panjang umur; (6) Mengikis bencana dan membuang petaka.

Ketenang seimbangan bathin mengandung pengertian bahwa seseorang harus beramal, berdarmabakti kepada masyarakat, tapi juga harus dapat menikmati hidup sendiri. Pengertian dapat menikmati hidup, berarti orang hidup harus banyak mempunyai hobi-hobi amatir yang sehat, wawasan pengetahuan harus luas, dengan demikian mental bathin akan mudah diseimbangkan. Prof. MA YEN CHU, Rektor Universitas Beijing periode enampuluhan, pernah berucap "Pujian dan Penghinaan tidak menggoyahkan aku, seperti bunga yang bersemi dan rontok di halaman rumah. Muncul kemudian lenyap, demikianlah pemandangan awal yang muncul untuk kemudian berlalu!"

Sikap seperti Prof. Ma inilah yang disebut berlapang dada. Mr. LIANG CHI CHAO (Pahlawan China pencetus Gerakan Reformasi di masa-masa terakhir Dynasty Ching) pernah berkata: Semua isi dunia ini senantiasa berubah, tapi takkan mempengaruhi ketetapan hatiku. Sikap ini juga menunjukkan sikap yang teguh. Pemenang Noble Price Bidang Fisika, Prof. Robert Lee Chen Dao dalam suatu pesta memperingati ulang tahunnya yang ke-70 berpidato menyatakan: "Prinsip hidup saya adalah sambil menekuni penelitian Ilmu Fisika, saya tetap lakukan itu dengan gembira, sayapun masih tetap menjalani hobi yang berguna dan yang saya senangi, saya tidak pernah membiarkan nama yang tersohor, menelantarkan hobi saya."
Seseorang dengan kondisi mental & bathin yang baik, maka segala sesuatunya di dunia terasa begitu indah. Ambil contoh diri saya sendiri, bila hari ini saya gembira, tubuh terasa ringan keluar rumah menuju jalan raya, sinar matahari terang benderang, langit yang biru terlihat lebih biru bening, udara pun terasa segar. Orang yang berlalu-lalang di jalanpun terlihat tersenyum. Sesunggunya, ketika saya sedang gembira, maka dunia terlihat demikian indah, ketika saya sedih, panorama gunung dan air yang gemercikpun tidak membuat saya tertarik. Makanan hidangan laut yang lezat tidak membawa rasa apapun di lidah saya. Diibaratkan juga, kendati Anda tidur di atas ranjang yang mewah dengan kasur empuk, tapi dengan hati yang gundah, Anda tak bisa pejamkan mata. Kondisi mental yang buruk membuat dunia dengan segala isinya juga terlihat dan terasa buruk. Dengan kondisi mental yang baik, segalanyapun akan terasa indah. Untuk memastikan kita dapat senantiasa memiliki kondisi mental bathin bahagia, maka jalankanlah "Tiga Formula Kebahagiaan" tersebut di bawah ini:

Formula pertama: Menolong orang lain adalah kebahagiaan , Formula kedua: Puas diri dan tada iri hati adalah kebahagiaan, Formula ketiga: Bahagia dengan apa yang diperolehnya. Mengapa menolong orang adalah suatu kebahagiaan? Kebahagiaan terbesar dalam hidup manusia adalah menolong  sesamanya dan menjalankan amal ibadah. Dalam proses menolong sesamanya, kita memurnikan pikiran dan jiwa yang kotor, meningkatkan harkat kepribadian kita. Sebagian orang di masyarakat senang membanding-bandingkan harta orang lain dengan miliknya, kedudukan orang lain dengan kedudukannya, hatinya penuh dengan dengki dan iri, dan tidak pernah puas dengan dirinya, orang-orang seperti ini kondisi mental bathinnya tidak seimbang dan menderita. Jadi menjadi bahagia, orang harus puas dengan kondisi dirinya dan tanpa rasa dengki dan iri.

Formula ketiga : Bahagia dengan apa yang diperolehnya, walau yang diperolehnya adalah sesuatu yang tak ia inginkan, sesuatu kesialan yang menimpa dirinya, namun ia harus menerimanya dengan bahagia. Mengapa demikian? Sebab hidup manusia seperti sebuah roda yang berputar, tidak ada yang kekal. Semua segala sesuatunya di dunia ini, ibarat bulan yang sebentar pipih sebentar lagi bulat penuh, sebentar gelap sebentar lagi terang. Maka manusiapun menjalani nasib suka dan duka datang silih berganti. Tiada orang yang selalu sial melulu. Tiada pula orang yang selalu mujur.

Jadi mengapa harus susah? Bergembira dan berbahagialah selalu. Filsuf ternama Balzac pernah berkata: "Penderitaan adalah guru terbaik kehidupan manusia." Hari ini anda sedang sial, itu hanya berarti bahwa hari depan terang benderang terbentang di hadapan anda. Jadi berbahagialah dengan apa yang diperoleh.

Kesimpulan final adalah Harta manusia yang termahal dan tak ternilai adalah "Kesehatan". Kesehatan tak dapat mengandalkan High Technology, tidak dapat tergantung kepada obat-obatan. Dokter yang terbaik adalah diri kita sendiri. Obat yang terbaik adalah waktu. Kondisi mental yang terbaik adalah ketenangan. Olahraga terbaik adalah jalan kaki. Dokter ternama Yunani kuno Socrates pernah mengatakan: "Kemampuan seorang pasien adalah Dokter pasien tersebut, tugas Dokter hanya membantu dan mendukung kemampuan tersebut". Anda lihat ketika saya gerakkan pisau operasi dan membuat luka pada kulit, maka darah yang keluar dalam sekejap akan membeku, seminggu kemudian luka merapat. Usus kita rusak, dibuang sepotong, tak ada masalah. Paru-paru yang rusak dibuang sebuah juga tak masalah. Jadi tubuh kita memang mempunyai kemampuan yang kuat untuk menyembuhkan diri. Jadi kemampuan pasien adalah dokter si pasien itu sendiri. Dan obat yang terbaik adalah waktu, mengapa demikian? Sebab waktu pengobatan makin dini makin baik, makin dini suatu penyakit ditemukan dan diobati lebih baik. Di Rumah Sakit kami, terdapat seorang pasien gagal ginjal yang disebabkan oleh 12
tahun penyakit darah tingginya yang tidak diobati cepat, sehingga ia harus menjalankan "cuci darah" yang sangat mahal. Padahal penyakit darah tinggi bila diobati dini, satu tablet setiap hari, dalam waktu 3 - 6 bulan pasti sembuh. Bila anda menunda pengobatannya sampai 3 - 5 tahun atau lebih, maka bukan lagi satu tablet yang diperlukan tiap hari, akan tetapi 2 - 3 macam obat diminum setiap hari. Bila masih ditunda lebih lama lagi belasan hari, maka terjadi pendarahan otak; bukan 2 - 3 macam obat dapat mengobatinya, kini diperlukan batok kepala dibor, darah di otak disedot keluar! Jadi waktu pengobatan makin dini makin baik! Terakhir kondisi mental yang terbaik adalah tenang seimbang. Olahraga yang terbaik adalah jalan kaki. Keduanya adalah cara pencegahan penyakit dan penjagaan kesehatan yang terbaik. Dan menurut hasil penelitian suatu Lembaga Medis di Amerika, bila biaya yang dipakai pada upaya pencegahan penyakit 1 dollar, maka biaya pengobatan dapat dihemat sebesar 100 dollar.

Akhir kata izinkan saya dengan 4 kalimat untuk menyimpulkan presentasi saya ini: yakni "Satu buah pusat; Dua butir pokok ; Tiga perilaku benar; Delapan butir yang perlu diperhatikan ". Satu buah pusat tiada lain adalah Kesehatan. Kesehatan adalah pusat perhatian kita, bila anda kehilangan kesehatan, maka anda telah kehilangan segalanya. Abad ke-21 ini, kita menempatkan "kesehatan" sebagai pusat. Dua buah butir pokok yakni: butir pokok pertama adalah tidak menggubris hal-hal yang remeh-remeh. Butir pokok kedua adalah pandai menyusun urutan prioritas . Orang boleh cuek terhadap urusan-urusan remeh yang tak penting, tapi untuk urusan-urusan penting, urusan besar, ia harus jeli, teliti dan memecahkannya dengan baik. Orang yang tiap hari disibukkan dan dipusingkan oleh urusan-urusan remeh yang tak penting, tapi melupakan urusan-urusan yang besar dan penting, orang seperti ini cocok disebut bloon! Jadi orang hidup harus sedikit cuek dengan urusan-urusan remeh yang tak berguna, harus pandai memilah-milah dan menempatkan urutan prioritas yang perlu penanganan tepat dan cepat. Orang seperti ini disebut berdada lapang, berintegritas tinggi, berwawasan luas, orang seperti ini adalah Problem Solver yang baik.

Tiga perilaku benar: yakni Menolong orang adalah kebahagiaan; Puas diri adalah kebahagiaan; Bahagia dengan apa yang diperoleh. Maka dengan 3 (tiga) perilaku ini, orang akan senantiasa bahagia.

Delapan butir yang perlu perhatian yakni 4 Fondasi Kesehatan dan 4 butir yang terbaik. Empat Fondasi Kesehatan adalah: Makan yang pantas; olahraga dengan takaran yang pas; tidak merokok dan batasi alkohol; keseimbangan mental dan bathin. E mpat butir yang terbaik adalah: Dokter yang terbaik adalah diri sendiri; obat yang terbaik adalah waktu; kondisi mental yang terbaik adalah tenang seimbang; olahraga yang terbaik adalah jalan kaki. Kalau kita memiliki semua ini, pada dasarnya tidak perlu mengeluarkan uang sesenpun, kita semua akan sehat sampai usia tujuh puluh, delapan puluh, sembilan puluh, bahkan untuk mencapai usia 100 ( seratus) bukanlah suatu mimpi.
Saudara sekalian, asalkan kita semua menjalani Gaya dan Jalan Hidup (Way of Life) seperti yang diuraikan di atas, maka penyakit akan menjauh dari kita, kita semua akan hidup sehat. Hidup sehat adalah kunci menuju hidup pribadi yang bahagia, hidup keluarga bahagia dan seluruh masyarakat ikut pula bahagia.

Pada millenium baru ini, kesehatan individu warga masyarakat, akan menciptakan keluarga yang sehat, masyarakat dan bangsa yang sehat. Bangsa yang sehat adalah bangsa yang produktif yang dapat memberi sumbangan besar bagi pembangunan Negara dan Bangsa.




Kamis, 23 September 2010

Mental Bathin yang Baik kunci Kesehatan (bagian 1)

Ketenangan-keseimbangan mental Bathin mutlak sangat perlu dalam hal menjaga kesehatan. tanpa ketenangan-keseimbangan mental bathin yang baik maka orang tersebut yang tadinya sehat lambat laun akan sakit. Untuk menjaga kesehatan seseorang tidak hanya fokus pada olah raga saja yang digelutinya, tetapi kondisi mental bathinnya harus tetap terpelihara dengan baik sebab kalau tidak akan berpengaruh ke kondisi fisiknya. Sebenarnya Olah raga membantu seseorang dalam memelihara kondisi mental supaya seimbang dan tenang contohnya olah raga beladiri Karate, tapi alangkah lebih baiknya jika kita dilengkapi dengan pengetahuan2 teknis tentang cara memelihara ketenangan-keseimbangan mental bathin lain agar kondisi mental dan bathin kita selalu menjadi lebih prima. Dibawah ini adalah tulisan pengalaman seorang dokter dan penelitiannya tentang pentingnya keseimbangan- ketenangan mental dan bathin dan teknik agar bisa mencapai ketenangan keseimbangan mental bathin yang baik. selamat mengikuti!
 


Manfaat dari ketenang-seimbangan mental & bathin melampaui semua langkah-langkah pemeliharaan kesehatan lainnya. Bila kalian memperhatikan dan menjalankan "Ketenang-seimbangan mental & bathin" kalian telah menguasai suatu KUNCI MAS Kesehatan. Di Beijing, saya melakukan penelitian terhadap Warga Usia Lanjut (Wulan) yang berusia di atas 100 tahun, namun tetap sehat, bagaimana mereka menjaga kesehatan mereka? Makan yang lezat-lezat atau uangnya berlimpah? Tidak! Mengamati kehidupan para wulan-wulan ini, terlihat banyak hal-hal yang mengherankan! Ada dari mereka yang biasa tidurnya tidak larut malam,bangunnya pagi-pagi sekali, kesehatannya baik. Ada juga yang tidurnya larut malam, bangunnya pun agak siang, kesehatannya pun baik. Ada yang tidak makan daging, dan ia menjadi sehat, namun ada juga yang sangat doyan makan daging, namun tetap sehat. Ada dari mereka yang tidak merokok, tapi ada juga yang tetap saja merokok dengan kuat. Ada yang punya hobbi minum teh; ada juga yang tidak minum teh; jadi Gaya Hidup dan kebiasaan-kebiasaan mereka beraneka ragam. Namun ada 2 (dua) hal yang seragam pada setiap wulan yang sehat. Yang pertama: masing-masing "Berhati lapang,berwatak lembut,berhati mulia". Tidak ada dari mereka yang "Berhati sempit/cupat". Mengapa? Sebab orang yang berhati cupat, tidak pemaaf, tabiatnya kasar, impulsive, pemarah, takkan bisa hidup sampai 100 tahun. Baru capai usia 50 tahun, 60 tahun, satu persatu sudah meninggal karena tabiatnya itu! Ada yang kena kanker, ada yang kena jantung coroner, dan lain sebagainya.
Kedua: Tidak ada dari para wulan yang sehat-sehat itu malas, kesemua mereka senang bekerja, senang olahraga. Sangat pas dengan pepatah Inggris yang menyatakan : "Tidak ada wulan sehat yang malas".

Lantas, mengapa "Ketenangseimbangan mental/bathin begitu penting? Penyakit-penyakit kronis seperti Arterioclerosis dan Jantung Coroner itu, prosesnya sangat lambat, pengerasan pembuluh darah tidak terjadi spontan, prosesnya bisa berjalan beberapa tahun, belasan bahkan puluhan tahun baru
menyebabkan seluruh pembuluh darah tersumbat rapat-rapat. Bagi warga berusia antara 40 ~ 50 tahun, Arterioclerosis yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah, dalam satu tahun dapat menyempit kurang lebih 1 ~ 2%, jika Anda perokok, penderita tensi tinggi, triglyceride tinggi, maka penyempitan dapat diperparah menjadi 3 ~ 4% setahun, tetapi sekali Anda marah dan gelisah dalam 1 menit saja pembuluh darah dapat menyempit 100%, dan mati segera!
Nah, bayangkan dahsyatnya emosi yang tak terkendali! Rumah Sakit tempat saya berdinas, suatu hari pada jam besuk, seorang nenek datang membesuk suaminya yang sedang dirawat di rumah sakit tersebut. Tanpa disadari keduanya terlibat dalam suatu pertengkaran hebat, masing-masing tidak mau mengalah. Akhirnya, belum lewat 3 menit, si kakek mengeluh dadanya sakit, mukanya pucat, peluh keluar banyak sekali. Celaka, ketika dokter jaganya segera melakukan pengukuran E.C.G, ternyata otot jantungnya mengeras (Myocardial Necrosis), dokter segera melakukan pertolongan darurat, lewat ½ jam kemudian baru tertolong. Si nenek baru menyadari bahwa "marah"nya di kakek hampir menghilangkan nyawanya, ia berjanji takkan bertengkar lagi dengan si kakek, dan tidakkan membantah apapun yang dikatakan si kakek dan berusaha agar kakek tidak sampai "marah" lagi! "Emosi" adalah satu hal yang dapat menyebabkan banyak masalah. Kondisi Mental seseorang itu sangat penting.

Daya tahan mental yang berbeda dari satu orang ke orang lainnya, membuat seseorang dalam menghadapi suatu "tekanan" dapat menjadi sakit atau tetap sehat. Ada orang yang memang tidak mudah terserang sakit, hal ini erat hubungannya dengan kondisi mental seseorang. Banyak penyakit yang sangat dipengaruhi oleh kondisi mental. Seorang pasien dari Mancuria, usia 38 tahun, satu hari karena merasa sakit pada bagian levernya, datang ke rumah sakit dan dilakukan Pemotretan Beta Ultrasonic, si Dokter jaga setelah melihat hasil pemotretannya, memberitahukan dia bahwa "Celaka, telah tumbuh tumor cancer pada lever kamu sepanjang 7 cm!" Begitu mendengar ini, si pasien langsung pucat, dengkulnya lemas, jatuh terkapar di lantai.
Sekembalinya ia ke rumah, semalam suntuk ia tak bisa tidur, memikirkan penyakitnya dan anaknya yang baru berusia 8 tahun. Keesokan harinya, rasa sakitnya bertambah, ia mendatangi Klinik terdekat, oleh Dokter yang berdinas, ia diberi advis: "Cancer lever stadium demikian lanjut, saya tidak bisa berbuat sesuatu, jadi bersenang-senanglah di sisa hidupmu, makan enak sepuasnya, tamasyalah sepuasnya!" Kepada Bosnya yang datang menyambanginya, ia minta diizinkan dan dibiayai pergi ke Beijing melihat-lihat Tien An Men. Dengan ditandu oleh 4 orang rekannya ia naik kereta api berangkat ke Beijing, dan melihat-lihat Tien An Men. Setelah cukup bertamasya di Beijing sebelum pulang kembali ke kampung halaman, seorang rekannya menganjurkan ia memeriksakan diri ke rumah sakit di Beijing. Datanglah ia ke rumah sakit tempat saya bekerja, di sana sekali lagi oleh rekan saya Dokter, dilakukan lagi Pemotretan Beta Ultrasonic. Dan apa yang terjadi? Kata si Dokter itu kepada pasien: "Anda tidak ada penyakit apa-apa!" Mana mungkin, saya sudah hampir mati dengan cancer lever saya! sergah sang pasien tersebut. Si Dokter menjawab kalem: "Ah, Anda ini sakit kan karena shock saja". "Bagaimana mungkin saya dibilang sakit karena shock!" Pak Dokter kembali menjelaskan: "Banyak orang seperti Anda mendapat tumor biasa, didiagnosis oleh Dokter sebagai kanker, akibatnya terjadi Mental Breakdown, sakit dan tidak bisa bangun kembali. Padahal, tidak ada apa-apa!" Begitu mendengar penjelasan dan jaminan Dokter ini yang mengatakan "Kasus-kasus seperti Anda ini banyak sekali, saya jamin Anda akan sehat-sehat saja, saya tanggung jawab atas keterangan saya ini, jadi Anda boleh tenang sekarang!" Sekembalinya ia ke Mancuria, ia bisa makan, bisa tidur dan bekerja normal kembali. Untung ia punya pikiran mau tamasya ke Tien An Men, kalau tidak, pasti sudah wafat dia!

"Isyarat yang diberikan oleh orang (dokter) yang dipercaya ole pasien juga kadang memberi pengaruh besar bagi si penderita. Ada satu kasus, seorang pasien yang baru alami operasi, merasa sakit yang sangat pada bekas operasinya, kepada Dokter ia minta diinjeksi obat Morfin penghilang rasa sakit, tapi oleh si Dokter ia diinjeksi NaCl (garam), namun kepada si pasien dikatakan bahwa yang diinjeksikan adalah morfin. Si pasien berhenti rasa sakitnya! Jadi "isyarat" itu seperti hipnotis pengaruhnya.

Di Amerika, para penderita cancer membentuk pengobatan berkelompok. Para penderita dalam kelompok 7 ~ 8 orang berkumpul setiap minggu, berbincang-bincang, saling bercurhat, saling memberi semangat. Hasil dari pengobatan berkelompok ini, maka semua penderita kondisi mentalnya sangat baik, akibatnya efek samping dari kemo therapy dapat diperkecil, angka kematian berkurang, angka survival meningkat. Di Rumah Sakit Kanker Beijing, terdapat satu kasus penderita kanker ganas, oleh Dokter yang memperhatikan bahwa sel kanker si pasien menjalar demikian ganas, telah memvonis ia hanya dapat bertahan hidup ½ sampai dengan 1 tahun, ternyata ia dapat bertahan hidup lebih dari 10 tahun! Si Dokter dibuat terheran-heran.
Ternyata ia bersama dengan penderita lainnya ± 2.000 orang, setiap pagi berkumpul di Taman Kota "BA-I", bernyanyi berdansa, bergerak, gembira sambil
bincang-bincang. Mereka membentuk "Klub Melawan Kanker". Akhirnya ditarik satu kesimpulan bahwa: ketika kepada pasien-pasien yang telah divonis meninggal dalam waktu ½ tahun, ternyata masih bertahan belasan tahun lamanya; ditanya rahasia bertahan hidupnya itu: tiada seorangpun dari mereka yang menjawab: karena mereka mendapat obat mujarab. Setiap orang mengatakan bahwa mereka punya hati sangat gembira, penuh percaya diri, penuh harapan terhadap masa depan, tidak gentar menghadapi masa depan . Kesimpulannya adalah pertama-tama Kondisi Mental dan Emosi mereka sangat baik,mental & bathin mereka tenang seimbang; Kedua: mereka memiliki keluarga yang harmonis, anggota keluarga yang peduli; kantor/instansi tempat mereka bekerja pun sangat peduli - ini adalah satu pilar masyarakat yang tangguh. Kedua kondisi ini sangat penting, lebih penting dari obat-obatan yang dimakan!

(bersambung.........)

Rabu, 22 September 2010

Mamfaat Olah Raga Berjalan Kaki

Lari merupakan salah satu bagian dari latihan Karate. Dimana didalamnya terdapat fungsi untuk menguatkan ketahanan fisik Karateka itu sendiri. Yang jelas olah raga berlari sangat berguna bagi siapa saja tidak cuma karateka saja. Tetapi bagaimana dengan orang yang kurang mampu berlari atau tidak sempat berlari seperti halnya lansia. Orang yang kurang mampu berlari dapat digantikan dengan olah raga berjalan kaki. Olah raga berjalan kaki juga dapat memelihara dan meningkatkan kesehatan kita apabila dilakukan secara teratur. nah olah raga berjalan kaki saja sudah dapat membuat kita sehat dan panjang umur, apalagi olah raga lari. tapi disini tidak dibahas tentang olah raga Lari tapi tentang olah raga berjalan kaki. Kenapa kali ini tidak dibahas tentang olah raga lari melainkan berjalan kaki? karena olah raga berjalan kaki dapat dilakukan siapa saja baik tua dan muda serta seluruh profesi bukan hanya atlit saja, bahkan kadang2 karatekapun kadangkala tidak luput dari yang namanya jalan kaki, mungkin ia tak sempat atau tidak ada peluang untuk olahraga lari tapi ia ingin tetap menjaga kesehatannya.Artikel dibawah ini akan menguraikan tentang pentingnya olahraga jalan kaki beserta penelitiannya, selamat mengikuti!
Olahraga adalah faktor sangat penting dalam kesehatan. Bapak Kedokteran Hypocrates pernah mengungkapkan suatu kalimat mutiara yang telah menyebar di masyarakat luas selama lebih dari 2400 tahun lamanya: "Sinar Matahari, Udara, Air dan Olahraga adalah Sumber daripada Kehidupan dan Kesehatan" . Jika anda ingin mendapatkan Kehidupan (live) dan Kesehatan (health), anda takkan dapat dipisahkan dari Sinar Matahari, Udara, Air dan Olahraga! Berarti Olahraga sama pentingnya dengan Sinar Matahari. Kita semua tahu bahwa asal usul gerakan Olympiade adalah Yunani Kuno, di sebuah puncak gunung di Yunani terukir kata-kata sebagai berikut: "Anda ingin menjadi sehat? Anda berlarilah! Anda ingin jadi pintar? Berlarilah! Anda ingin jadi cantik? Berlarilah!" Artinya tidak lain bahwa olahraga lari akan membuat orang menjadi sehat, menjadi pintar, dan menjadi langsing.
Jenis Olahraga apa yang terbaik? Ternyata olahraga jalan adalah olahraga terbaik di dunia. Lebih baik ketimbang golf, bowling, renang. Sebab umat manusia dalam evolusinya yang berjalan jutaan tahun, dari kera sampai jadi manusia, seluruh struktur tubuhnya adalah didesain untuk keperluan jalan kaki. Jadi jalan kaki adalah olahraga terbaik di dunia. Di sini, saya ingin menegaskan satu hal bahwa pengerasan pembuluh darah (Arterioclerosis) dapat dicegah. Arterioclerosis dapat berubah dari berat ke ringan, atau dari ringan ke berat; dari tidak ada menjadi ada atau dari ada menjadi tidak ada. Jadi proses perubahan adalah dua arah (reversible). Pada tahun 1960, ketika masih mahasiswa, Dosen saya pernah mengatakan bahwa pembuluh darah sekali mengeras tidak akan dapat diperbaiki. Baru pada akhir-akhir ini para Ilmuwan Kedokteran membuktikan bahwa pengerasan pembuluh darah adalah proses bolak-balik. Ia dapat berubah dari ringan ke berat, dari berat ke ringan, dari tidak ada berubah menjadi ada, dari ada menjadi tidak ada. Walau tidak mungkin dapat tuntas hilang sama sekali, tetapi sebagian besar pengerasan dapat dihilangkan, dan olahraga jalan adalah metode yang paling effektif untuk merubah dari pengerasan menjadi pelembutan. Melalui olahraga jalan kaki, efeknya sangat baik terhadap tekanan darah, kolesterol dan berat badan. Olahraga jalan bagi warga usia lanjut memang sangat bagus paling cocok!

Olahraga jalan macam mana yang terbaik? Cukup dinyatakan dengan 3 (tiga) kata: Tiga, Lima, & Tujuh . Apakah "Tiga" itu? Porsi jalan yang terbaik adalah 3 (tiga) kilometer atau berjalan 30 menit ke atas. Apakah "Lima"? Setiap minggu tidak kurang dari 5 (lima) kali. Apa arti "Tujuh"? "Tujuh" adalah takaran yang pas bagi olahraga jalan. Olahraga yang berlebihan berbahaya bagi kita. Lalu apa yang dimaksud dengan takaran yang pas? Yang dimaksud adalah berolahragalah sampai usia Anda ditambah dengan denyut pulsa jantung anda sama dengan 170 . Misalnya anda berusia 50 tahun, berolahraga sampai denyut jantung anda mencapai 120, denyut jantung ditambah dengan usia menjadi 170. Inilah takaran yang pas. Lantas kalau kondisi tubuh sangat fit, maka takaran yang pas dapat bertambah sedikit, kalau kondisi tubuh kurang sehat, takaran dapat berkurang sedikit.

Baru-baru ini pernah dilakukan eksperimen terhadap orang-orang lansia. Orang-orang lansia dibagi menjadi 2 (dua) kelompok. Kelompok pertama rata-rata tiap hari berjalan 4,2 KM, kelompok lainnya sama sekali tidak berolahraga. Akhirnya ditemukan bahwa kelompok pertama yang berjalan 4,2 KM itu prosentase kematian dan penderita jantung coroner dibanding dengan kelompok kedua yang tak berolahraga, turun 60 %! Lihatlah betapa faedah olahraga jalan kaki! Olahraga jalan kaki bila dilakukan konsisten, dapat menggantikan sebagian besar Health Food. bagaimana dengan pendapat anda?